← Galeri
Pesan
Demo oleh abcweb.id
Kabar Lintang Warta Kota Lintang Raya dan kabupaten sekitarnya

Lintang Raya

Bekal Makan Siang dari Rumah Makin Diminati Pekerja Kantoran Lintang Tengah

Selain lebih hemat, pekerja mengaku bisa mengatur porsi dan mengurangi sampah kemasan. Kuncinya menyiapkan lauk untuk beberapa hari sekaligus.

Nadia Kusumawardani · Reporter Ekonomi & UMKM

() · 1 menit baca

Dua kotak bekal berisi roti lapis, buah, sayur, dan camilan dilihat dari atas
Ilustrasi kotak bekal makan siang. Foto bukan dokumentasi peristiwa.

Lintang Raya, Kabar Lintang – Ruang makan bersama di sejumlah kantor di Lintang Tengah kini lebih ramai pada jam istirahat. Makin banyak pekerja membawa bekal dari rumah, menggantikan kebiasaan memesan makanan atau makan di warung.

Anggun Pratiwi, staf administrasi sebuah kantor notaris, mulai membawa bekal sejak enam bulan lalu. Ia menghitung pengeluaran makan siangnya turun dari sekitar Rp25.000 menjadi Rp11.000 per hari.

“Awalnya demi hemat. Lama-lama saya sadar porsinya lebih pas dan sore tidak mengantuk.”

Anggun Pratiwi, pekerja kantoran

Masak sekali untuk tiga hari

Ahli gizi puskesmas Lintang Tengah, Dewi Setyorini, menyarankan pola sederhana: separuh kotak diisi sayur, seperempat lauk berprotein, seperempat sumber karbohidrat.

Agar tidak repot setiap pagi, lauk seperti ayam ungkep, tempe bacem, atau telur pindang dapat dimasak pada akhir pekan dan disimpan di lemari pendingin untuk tiga hari. Sayur sebaiknya ditumis atau direbus sebentar pada pagi hari supaya tidak layu.

Dewi mengingatkan bekal berkuah santan tidak dibiarkan lebih dari empat jam di suhu ruang. Kotak makan dari baja tahan karat atau kaca lebih awet dan tidak menyerap bau dibanding plastik tipis.

Beberapa kantor mulai menyediakan lemari pendingin dan pemanas makanan bersama. Tren ini juga dirasakan penjual lauk matang di Pasar Lintang yang kini melayani pembeli pagi untuk isi bekal.

Penyunting: tim redaksi Kabar Lintang

Berita terkait