<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
  <channel>
    <title>Catatan Pinggir Jalan</title>
    <link>https://themes.abcweb.id/berita/demo3/</link>
    <atom:link href="https://themes.abcweb.id/berita/demo3/rss.xml" rel="self" type="application/rss+xml" />
    <description>Esai pendek tentang kerja, buku, kota kecil, dan kebiasaan. Blog pribadi Dimas Ardhana (konten demo fiktif).</description>
    <language>id</language>
    <lastBuildDate>Tue, 13 Oct 2026 09:23:41 GMT</lastBuildDate>
    <ttl>1440</ttl>
    <item>
      <title>Warung yang Tutup Pukul Dua</title>
      <link>https://themes.abcweb.id/berita/demo3/tulisan/warung-yang-tutup-pukul-dua/</link>
      <guid isPermaLink="true">https://themes.abcweb.id/berita/demo3/tulisan/warung-yang-tutup-pukul-dua/</guid>
      <pubDate>Sun, 11 Oct 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
      <category>Kota</category>
      <description>Bu Marni menurunkan tirai bambu tepat pukul dua siang, dan hitungannya ternyata lebih rapi daripada jadwal kerja saya.</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p>Di ujung Jalan Kenanga, dua rumah sebelum pertigaan menuju pasar, ada warung nasi yang tutup pukul dua siang. Bukan pukul dua kurang sedikit, bukan menunggu pembeli terakhir selesai makan. Pukul dua tepat, Bu Marni menurunkan tirai bambu, membalik bangku ke atas meja, dan mulai mencuci panci. Kalau Anda datang pukul dua lewat lima, Anda akan disambut senyum dan kalimat yang sama: “Besok lagi, ya, Mas.”</p><p>Waktu pertama pindah kembali ke Giriwening, saya menganggap kebiasaan itu aneh. Tiga belas tahun di kota besar mengajari saya bahwa usaha yang baik adalah usaha yang buka selama mungkin. Warung makan di dekat kantor lama saya buka sampai tengah malam, lalu buka lagi sebelum subuh. Pemiliknya bangga menyebut dirinya tidak pernah libur. Saya ikut bangga, entah untuk apa.</p><p><a href="https://themes.abcweb.id/berita/demo3/tulisan/warung-yang-tutup-pukul-dua/">Lanjutkan membaca</a></p>]]></content:encoded>
    </item>
    <item>
      <title>Berjalan Kaki Tanpa Tujuan</title>
      <link>https://themes.abcweb.id/berita/demo3/tulisan/berjalan-kaki-tanpa-tujuan/</link>
      <guid isPermaLink="true">https://themes.abcweb.id/berita/demo3/tulisan/berjalan-kaki-tanpa-tujuan/</guid>
      <pubDate>Sun, 04 Oct 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
      <category>Kebiasaan</category>
      <description>Empat puluh menit setiap sore, tanpa rute dan tanpa penghitung langkah. Yang saya dapat bukan kebugaran, melainkan kalimat.</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p>Setiap sore sekitar pukul setengah lima saya keluar rumah tanpa membawa apa pun selain kunci. Tidak ada rute. Di pertigaan pertama saya belok ke arah yang kemarin tidak saya ambil, dan dari situ terserah kaki. Empat puluh menit kemudian saya biasanya sudah di rumah lagi, kadang lewat gang yang baru pertama kali saya masuki setelah tiga tahun tinggal di sini.</p><p>Saya sengaja tidak menghitung langkah. Dulu saya pernah menghitung, dan dalam dua minggu jalan sore berubah menjadi pekerjaan: ada target, ada grafik, ada rasa bersalah kalau angkanya turun. Kebiasaan yang diukur terlalu rajin lama-lama menjadi milik alat ukurnya.</p><p><a href="https://themes.abcweb.id/berita/demo3/tulisan/berjalan-kaki-tanpa-tujuan/">Lanjutkan membaca</a></p>]]></content:encoded>
    </item>
    <item>
      <title>Membaca Lambat</title>
      <link>https://themes.abcweb.id/berita/demo3/tulisan/membaca-lambat/</link>
      <guid isPermaLink="true">https://themes.abcweb.id/berita/demo3/tulisan/membaca-lambat/</guid>
      <pubDate>Sun, 27 Sep 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
      <category>Buku</category>
      <description>Tahun ini saya berhenti menghitung jumlah buku. Dua puluh halaman sehari, dengan pensil, ternyata lebih banyak yang tinggal.</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p>Dua tahun lalu saya membaca lima puluh dua buku dan hampir tidak ingat isinya. Saya ingat sampulnya, saya ingat di mana saya membacanya, tetapi kalau ditanya apa yang dikatakan buku keempat belas, saya harus membuka catatan. Dan catatannya pun cuma bintang empat dengan satu kalimat: “bagus, mengalir”.</p><p>Tahun ini saya berhenti menghitung. Aturan barunya sederhana: dua puluh halaman sehari, dengan pensil di tangan, dan tidak pindah ke buku lain sebelum yang ini selesai atau sengaja saya tinggalkan. Dua puluh halaman itu sedikit. Sengaja sedikit, supaya ada waktu untuk berhenti di kalimat yang bagus dan membacanya dua kali.</p><p><a href="https://themes.abcweb.id/berita/demo3/tulisan/membaca-lambat/">Lanjutkan membaca</a></p>]]></content:encoded>
    </item>
    <item>
      <title>Daftar Tugas yang Tidak Pernah Selesai</title>
      <link>https://themes.abcweb.id/berita/demo3/tulisan/daftar-tugas-yang-tidak-pernah-selesai/</link>
      <guid isPermaLink="true">https://themes.abcweb.id/berita/demo3/tulisan/daftar-tugas-yang-tidak-pernah-selesai/</guid>
      <pubDate>Sun, 20 Sep 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
      <category>Kerja</category>
      <description>Saya menyimpan daftar tugas selama sebelas tahun dan tidak sekali pun mengosongkannya. Mungkin memang bukan itu gunanya.</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p>Saya mulai menulis daftar tugas pada tahun pertama bekerja, di kantor penerbitan tempat saya menjadi korektor. Sejak itu, sebelas tahun, tidak ada satu hari pun ketika daftar itu kosong. Saya pernah menganggap ini masalah disiplin. Belakangan saya curiga ini masalah harapan: saya berharap sesuatu dari daftar itu yang memang tidak bisa ia berikan.</p><p>Selama bertahun-tahun daftar saya berfungsi sebagai gudang. Apa pun yang terlintas masuk ke sana: balas surel penulis, perpanjang pajak motor, pelajari tata letak, telepon Ibu, baca ulang bab tiga. Semua mendapat satu baris, semua tampak sama pentingnya. Setiap pagi saya membuka daftar berisi enam puluh baris dan merasa sudah kalah sebelum mulai.</p><p><a href="https://themes.abcweb.id/berita/demo3/tulisan/daftar-tugas-yang-tidak-pernah-selesai/">Lanjutkan membaca</a></p>]]></content:encoded>
    </item>
    <item>
      <title>Hujan Pertama Musim Ini</title>
      <link>https://themes.abcweb.id/berita/demo3/tulisan/hujan-pertama-musim-ini/</link>
      <guid isPermaLink="true">https://themes.abcweb.id/berita/demo3/tulisan/hujan-pertama-musim-ini/</guid>
      <pubDate>Sun, 13 Sep 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
      <category>Catatan harian</category>
      <description>Pukul tiga sore, setelah lima bulan kering, seluruh gang keluar ke teras hanya untuk melihat air jatuh.</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p>Hujan pertama datang hari ini pukul tiga sore, setelah lima bulan lebih. Tidak ada peringatan selain angin yang tiba-tiba dingin dan bau tanah yang naik sebelum air turun. Saya sedang menyunting bab tujuh ketika genting mulai berbunyi, dan butuh beberapa detik sebelum saya mengenali suara itu.</p><p>Yang menarik bukan hujannya, tetapi orang-orangnya. Hampir semua tetangga keluar ke teras. Bu Darsih di seberang berdiri dengan tangan di pinggang, memeriksa talang. Anak-anak Pak Jayadi langsung ke jalan tanpa menunggu izin. Pak RT menggeser motornya, lalu berdiri saja di bawah emper, tidak melakukan apa-apa. Selama dua puluh menit gang kami menonton air jatuh, seolah itu pertunjukan.</p><p><a href="https://themes.abcweb.id/berita/demo3/tulisan/hujan-pertama-musim-ini/">Lanjutkan membaca</a></p>]]></content:encoded>
    </item>
    <item>
      <title>Stasiun Kecil dan Orang-Orang yang Menunggu</title>
      <link>https://themes.abcweb.id/berita/demo3/tulisan/stasiun-kecil-dan-orang-orang-yang-menunggu/</link>
      <guid isPermaLink="true">https://themes.abcweb.id/berita/demo3/tulisan/stasiun-kecil-dan-orang-orang-yang-menunggu/</guid>
      <pubDate>Sun, 06 Sep 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
      <category>Kota</category>
      <description>Stasiun Giriwening hanya disinggahi empat kereta sehari. Saya sering ke sana tanpa hendak pergi ke mana-mana.</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p>Stasiun Giriwening hanya disinggahi empat kereta sehari: dua ke timur, dua ke barat. Di antara jadwal itu, peronnya kosong berjam-jam. Saya sering ke sana pada jam-jam kosong tersebut, membawa naskah cetak dan pensil, tanpa hendak pergi ke mana-mana.</p><p>Bangku peronnya dari kayu jati tua yang sudah licin oleh puluhan tahun celana orang. Atapnya tinggi, anginnya lewat, dan tidak ada pengeras suara yang menyala kecuali sepuluh menit sebelum kereta masuk. Untuk pekerjaan yang butuh sunyi tetapi bukan sunyi kamar, saya belum menemukan tempat yang lebih baik.</p><p><a href="https://themes.abcweb.id/berita/demo3/tulisan/stasiun-kecil-dan-orang-orang-yang-menunggu/">Lanjutkan membaca</a></p>]]></content:encoded>
    </item>
    <item>
      <title>Setahun Menulis Tangan Setiap Pagi</title>
      <link>https://themes.abcweb.id/berita/demo3/tulisan/setahun-menulis-tangan-setiap-pagi/</link>
      <guid isPermaLink="true">https://themes.abcweb.id/berita/demo3/tulisan/setahun-menulis-tangan-setiap-pagi/</guid>
      <pubDate>Sun, 30 Aug 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
      <category>Kebiasaan</category>
      <description>Tiga halaman, sebelum membuka layar apa pun. Setelah dua belas buku tulis, inilah yang berubah dan yang ternyata tidak.</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p>Tepat setahun lalu saya membeli selusin buku tulis dan berjanji mengisi tiga halaman setiap pagi sebelum membuka layar apa pun. Hari ini buku kedua belas tinggal beberapa lembar. Dari 365 pagi, saya menulis pada 324 di antaranya. Ini catatan tentang apa yang berubah, apa yang tidak, dan apa yang saya kira akan terjadi tetapi ternyata tidak.</p><p>Saya mengira akan menjadi penulis yang lebih baik. Itu tidak terjadi, setidaknya tidak secara langsung. Tiga halaman pagi saya sebagian besar berisi keluhan tentang tidur, daftar belanja yang menyamar, dan kalimat seperti “saya tidak tahu harus menulis apa” yang diulang sampai baris habis. Kalau seseorang menemukan buku-buku itu kelak, ia akan menyimpulkan bahwa pemiliknya orang yang membosankan dan sering kurang tidur.</p><p><a href="https://themes.abcweb.id/berita/demo3/tulisan/setahun-menulis-tangan-setiap-pagi/">Lanjutkan membaca</a></p>]]></content:encoded>
    </item>
    <item>
      <title>Buku yang Saya Tinggalkan di Halaman 80</title>
      <link>https://themes.abcweb.id/berita/demo3/tulisan/buku-yang-saya-tinggalkan-di-halaman-80/</link>
      <guid isPermaLink="true">https://themes.abcweb.id/berita/demo3/tulisan/buku-yang-saya-tinggalkan-di-halaman-80/</guid>
      <pubDate>Sun, 23 Aug 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
      <category>Buku</category>
      <description>Saya butuh tiga puluh tahun untuk berani tidak menamatkan buku. Aturan halaman 80 membuatnya lebih mudah.</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p>Sampai umur tiga puluh saya menamatkan setiap buku yang saya mulai. Bukan karena semuanya bagus, melainkan karena berhenti di tengah terasa seperti kalah. Akibatnya saya pernah menghabiskan satu bulan penuh menyeret diri melalui novel yang saya benci sejak bab dua, dan selama bulan itu tidak membaca apa pun yang lain.</p><p>Sekarang saya punya aturan halaman 80. Setiap buku mendapat delapan puluh halaman untuk meyakinkan saya. Kalau pada halaman itu saya masih mencari-cari alasan untuk mengerjakan hal lain, buku itu saya tutup, saya beri pembatas, dan saya kembalikan ke rak tanpa rasa bersalah.</p><p><a href="https://themes.abcweb.id/berita/demo3/tulisan/buku-yang-saya-tinggalkan-di-halaman-80/">Lanjutkan membaca</a></p>]]></content:encoded>
    </item>
    <item>
      <title>Rapat yang Seharusnya Jadi Surat</title>
      <link>https://themes.abcweb.id/berita/demo3/tulisan/rapat-yang-seharusnya-jadi-surat/</link>
      <guid isPermaLink="true">https://themes.abcweb.id/berita/demo3/tulisan/rapat-yang-seharusnya-jadi-surat/</guid>
      <pubDate>Sun, 16 Aug 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
      <category>Kerja</category>
      <description>Satu jam bicara, lima orang, dan satu keputusan yang bisa ditulis dalam empat kalimat. Saya mulai meminta empat kalimat itu lebih dulu.</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p>Selasa lalu saya ikut rapat daring satu jam dengan lima orang untuk memutuskan urutan bab sebuah buku panduan. Keputusannya, ketika akhirnya tercapai pada menit kelima puluh dua, bisa ditulis dalam empat kalimat. Sisanya adalah salam, sinyal putus, dan dua orang yang menjelaskan hal yang sama dengan kata-kata berbeda.</p><p>Saya tidak anti rapat. Ada hal yang memang hanya bisa selesai dengan suara: perselisihan, kabar buruk, perkenalan pertama. Tetapi sebagian besar rapat yang saya ikuti tahun ini adalah surat yang dibacakan pelan-pelan.</p><p><a href="https://themes.abcweb.id/berita/demo3/tulisan/rapat-yang-seharusnya-jadi-surat/">Lanjutkan membaca</a></p>]]></content:encoded>
    </item>
    <item>
      <title>Tukang Kunci di Depan Pasar</title>
      <link>https://themes.abcweb.id/berita/demo3/tulisan/tukang-kunci-di-depan-pasar/</link>
      <guid isPermaLink="true">https://themes.abcweb.id/berita/demo3/tulisan/tukang-kunci-di-depan-pasar/</guid>
      <pubDate>Sun, 09 Aug 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
      <category>Catatan harian</category>
      <description>Kunci pagar patah pagi ini. Lima belas menit di kios Pak Umar memberi saya lebih banyak daripada duplikat kunci.</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p>Kunci pagar patah di dalam lubangnya pagi ini, tepat ketika saya hendak mengantar naskah ke kantor pos. Separuh tertinggal di gembok, separuh di tangan. Saya membawa keduanya, berikut gemboknya, ke kios tukang kunci di depan pasar.</p><p>Kios Pak Umar lebarnya tidak sampai dua meter. Dindingnya penuh kunci mentah yang digantung menurut aturan yang hanya ia pahami. Ia mengeluarkan patahan dari gembok dengan kawat tipis dalam waktu kurang dari semenit, lalu menjepit dua potongan itu berdampingan dan mulai mengikir kunci baru dengan tangan. Mesin duplikatnya ada, tetapi tidak dipakai. “Kalau patah begini, mesin bingung,” katanya. “Tangan tidak.”</p><p><a href="https://themes.abcweb.id/berita/demo3/tulisan/tukang-kunci-di-depan-pasar/">Lanjutkan membaca</a></p>]]></content:encoded>
    </item>
    <item>
      <title>Pulang ke Kota yang Tidak Berubah Banyak</title>
      <link>https://themes.abcweb.id/berita/demo3/tulisan/pulang-ke-kota-yang-tidak-berubah-banyak/</link>
      <guid isPermaLink="true">https://themes.abcweb.id/berita/demo3/tulisan/pulang-ke-kota-yang-tidak-berubah-banyak/</guid>
      <pubDate>Sun, 02 Aug 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
      <category>Kota</category>
      <description>Tiga tahun lalu saya pindah kembali ke Giriwening. Yang saya temukan bukan masa kecil, melainkan kota yang punya ukurannya sendiri.</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p>Tiga tahun lalu, pada bulan yang sama dengan sekarang, saya menurunkan empat belas kardus dari truk sewaan di depan rumah peninggalan nenek di Giriwening. Tiga belas tahun sebelumnya saya meninggalkan kota ini dengan satu ransel dan keyakinan bahwa saya tidak akan kembali kecuali untuk Lebaran. Tulisan ini upaya menjelaskan, terutama kepada diri sendiri, apa yang saya temukan ketika kembali.</p><p>Orang yang pulang kampung sering dituduh sedang mencari masa kecilnya. Saya memeriksa tuduhan itu dengan serius dan menemukan bahwa masa kecil saya memang sudah tidak ada di sini. Lapangan tempat kami bermain bola sudah menjadi deretan ruko. Bioskop di Jalan Veteran sudah lama menjadi gudang mebel. Kawan-kawan sekolah sebagian besar pergi, seperti saya dulu.</p><p><a href="https://themes.abcweb.id/berita/demo3/tulisan/pulang-ke-kota-yang-tidak-berubah-banyak/">Lanjutkan membaca</a></p>]]></content:encoded>
    </item>
    <item>
      <title>Ponsel di Laci</title>
      <link>https://themes.abcweb.id/berita/demo3/tulisan/ponsel-di-laci/</link>
      <guid isPermaLink="true">https://themes.abcweb.id/berita/demo3/tulisan/ponsel-di-laci/</guid>
      <pubDate>Sun, 26 Jul 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
      <category>Kebiasaan</category>
      <description>Bukan dimatikan, bukan dipasangi aplikasi pembatas. Hanya ditaruh di laci dapur, sebelas langkah dari meja kerja.</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p>Saya sudah mencoba hampir semua cara untuk mengurangi waktu di ponsel: aplikasi pembatas, layar hitam-putih, mematikan notifikasi, menghapus lalu memasang lagi aplikasi yang sama. Semuanya bertahan paling lama dua minggu. Cara yang akhirnya bertahan adalah yang paling tidak canggih, yaitu laci.</p><p>Setiap pukul delapan pagi ponsel masuk ke laci dapur, di antara gunting dan karet gelang. Laci itu sebelas langkah dari meja kerja. Ponselnya tidak dimatikan; deringnya masih terdengar kalau ada telepon. Tetapi untuk memeriksa pesan, saya harus berdiri, berjalan sebelas langkah, dan membuka laci.</p><p><a href="https://themes.abcweb.id/berita/demo3/tulisan/ponsel-di-laci/">Lanjutkan membaca</a></p>]]></content:encoded>
    </item>
    <item>
      <title>Rak Buku Bapak</title>
      <link>https://themes.abcweb.id/berita/demo3/tulisan/rak-buku-bapak/</link>
      <guid isPermaLink="true">https://themes.abcweb.id/berita/demo3/tulisan/rak-buku-bapak/</guid>
      <pubDate>Sun, 19 Jul 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
      <category>Buku</category>
      <description>Bapak meninggalkan satu rak berisi seratus empat puluh buku dan kebiasaan menulis tanggal di halaman terakhir. Saya sedang membacanya berurutan.</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p>Bapak meninggal empat tahun lalu dan meninggalkan satu rak buku dari kayu mahoni, lima tingkat, di ruang tengah rumah Ibu. Selama tiga tahun rak itu tidak disentuh siapa pun kecuali untuk dibersihkan debunya. Awal tahun ini Ibu meminta saya membawanya ke rumah saya, “sebelum rayap mendahului”. Sejak itu saya membaca isinya berurutan, dari kiri atas.</p><p>Jumlahnya seratus empat puluh, atau seratus empat puluh satu. Untuk seorang guru di kota kecil, itu banyak. Bapak membelinya satu per satu selama empat puluh tahun, kebanyakan dari lapak buku bekas di dekat terminal yang sekarang sudah tidak ada. Harga pensilnya masih tertulis di sudut halaman pertama.</p><p><a href="https://themes.abcweb.id/berita/demo3/tulisan/rak-buku-bapak/">Lanjutkan membaca</a></p>]]></content:encoded>
    </item>
    <item>
      <title>Bekerja dari Meja Makan</title>
      <link>https://themes.abcweb.id/berita/demo3/tulisan/bekerja-dari-meja-makan/</link>
      <guid isPermaLink="true">https://themes.abcweb.id/berita/demo3/tulisan/bekerja-dari-meja-makan/</guid>
      <pubDate>Sun, 12 Jul 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
      <category>Kerja</category>
      <description>Saya tidak punya ruang kerja. Saya punya meja makan yang harus dikosongkan pukul dua belas, dan batas itu ternyata menolong.</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p>Rumah kami tidak punya ruang kerja. Ada dua kamar, satu ruang tengah, dapur, dan meja makan dari kayu sengon yang dibeli nenek entah tahun berapa. Di meja itulah saya bekerja, dari pukul delapan pagi sampai waktu makan siang, ketika semuanya harus diangkat supaya piring bisa masuk.</p><p>Dulu saya menganggap ini keadaan sementara. Saya menyimpan gambar-gambar ruang kerja idaman: rak sampai langit-langit, lampu baca, kursi yang harganya setara gaji sebulan. Tiga tahun kemudian saya masih di meja makan dan sudah berhenti menyimpan gambar.</p><p><a href="https://themes.abcweb.id/berita/demo3/tulisan/bekerja-dari-meja-makan/">Lanjutkan membaca</a></p>]]></content:encoded>
    </item>
    <item>
      <title>Sepeda Tua Pak Wiryo</title>
      <link>https://themes.abcweb.id/berita/demo3/tulisan/sepeda-tua-pak-wiryo/</link>
      <guid isPermaLink="true">https://themes.abcweb.id/berita/demo3/tulisan/sepeda-tua-pak-wiryo/</guid>
      <pubDate>Sun, 05 Jul 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
      <category>Catatan harian</category>
      <description>Tetangga saya meminjamkan sepeda jengki yang umurnya lebih tua daripada saya. Remnya satu, belnya dua.</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p>Pak Wiryo meminjamkan sepedanya kepada saya pagi ini karena ban motor saya bocor dan bengkel belum buka. Sepeda jengki hitam, lebih tua daripada saya, dengan rem yang hanya berfungsi di roda belakang dan dua bel di setang. “Yang kiri untuk orang, yang kanan untuk ayam,” katanya, serius.</p><p>Saya sudah belasan tahun tidak naik sepeda. Seratus meter pertama saya oleng seperti anak kecil. Sesudah itu badan ingat sendiri, dan saya mengayuh ke kantor pos lewat jalan belakang yang biasanya saya lewati terlalu cepat untuk dilihat.</p><p><a href="https://themes.abcweb.id/berita/demo3/tulisan/sepeda-tua-pak-wiryo/">Lanjutkan membaca</a></p>]]></content:encoded>
    </item>
    <item>
      <title>Lampu Merah Satu-satunya</title>
      <link>https://themes.abcweb.id/berita/demo3/tulisan/lampu-merah-satu-satunya/</link>
      <guid isPermaLink="true">https://themes.abcweb.id/berita/demo3/tulisan/lampu-merah-satu-satunya/</guid>
      <pubDate>Sun, 28 Jun 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
      <category>Kota</category>
      <description>Giriwening hanya punya satu lampu lalu lintas, di simpang empat depan kantor pos. Orang memakainya sebagai penanda, bukan pengatur.</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p>Giriwening hanya punya satu lampu lalu lintas. Letaknya di simpang empat depan kantor pos, dipasang sekitar dua puluh tahun lalu, dan sampai sekarang orang masih menyebutnya “lampu merah baru”. Tidak ada lampu merah lama.</p><p>Fungsinya sebagai pengatur lalu lintas bisa diperdebatkan. Pada jam sepi, pengendara melambat, menoleh ke kanan-kiri, lalu lewat dengan sopan apa pun warnanya. Pada jam ramai, yang berarti pukul tujuh pagi dan pukul satu siang ketika anak sekolah bubar, lampu itu dipatuhi dengan khidmat, terutama kalau Pak Polisi sedang duduk di pos seberang.</p><p><a href="https://themes.abcweb.id/berita/demo3/tulisan/lampu-merah-satu-satunya/">Lanjutkan membaca</a></p>]]></content:encoded>
    </item>
    <item>
      <title>Tidur Siang Dua Puluh Menit</title>
      <link>https://themes.abcweb.id/berita/demo3/tulisan/tidur-siang-dua-puluh-menit/</link>
      <guid isPermaLink="true">https://themes.abcweb.id/berita/demo3/tulisan/tidur-siang-dua-puluh-menit/</guid>
      <pubDate>Sun, 21 Jun 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
      <category>Kebiasaan</category>
      <description>Pukul satu, di lantai, dengan pengatur waktu dapur. Kebiasaan yang dulu saya sembunyikan dari rekan kerja.</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p>Di kantor lama, tidur siang adalah sesuatu yang dilakukan sembunyi-sembunyi: di musala, di mobil, dengan kepala di atas lipatan tangan sambil pura-pura membaca. Ketahuan tidur berarti ketahuan tidak sibuk, dan tidak sibuk adalah dosa yang tidak punya nama.</p><p>Sekarang saya tidur setiap hari pukul satu, terang-terangan, di lantai ruang tengah, di atas tikar pandan. Dua puluh menit, diukur dengan pengatur waktu dapur berbentuk tomat. Bukan di kasur, karena kasur mengubah dua puluh menit menjadi dua jam dan saya bangun dengan kepala seperti kapas basah.</p><p><a href="https://themes.abcweb.id/berita/demo3/tulisan/tidur-siang-dua-puluh-menit/">Lanjutkan membaca</a></p>]]></content:encoded>
    </item>
    <item>
      <title>Meminjamkan Buku</title>
      <link>https://themes.abcweb.id/berita/demo3/tulisan/meminjamkan-buku/</link>
      <guid isPermaLink="true">https://themes.abcweb.id/berita/demo3/tulisan/meminjamkan-buku/</guid>
      <pubDate>Sun, 14 Jun 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
      <category>Buku</category>
      <description>Buku yang dipinjamkan jarang kembali. Saya memutuskan berhenti mencatat dan mulai menganggapnya cara buku bepergian.</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p>Saya dulu punya buku catatan khusus untuk mencatat siapa meminjam buku apa dan kapan. Catatan itu berhenti di baris ketiga puluh sekian, karena terlalu menyedihkan untuk diteruskan. Dari tiga puluhan buku yang keluar, sembilan kembali. Satu di antaranya kembali dengan noda kuah.</p><p>Selama bertahun-tahun saya menyimpan dendam kecil kepada para peminjam. Saya ingat betul siapa yang membawa kumpulan cerpen kesayangan saya ke luar pulau dan tidak pernah menyebutnya lagi. Dendam semacam itu tidak berguna, tetapi awet.</p><p><a href="https://themes.abcweb.id/berita/demo3/tulisan/meminjamkan-buku/">Lanjutkan membaca</a></p>]]></content:encoded>
    </item>
    <item>
      <title>Berkata “Belum Tahu”</title>
      <link>https://themes.abcweb.id/berita/demo3/tulisan/berkata-belum-tahu/</link>
      <guid isPermaLink="true">https://themes.abcweb.id/berita/demo3/tulisan/berkata-belum-tahu/</guid>
      <pubDate>Sun, 07 Jun 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
      <category>Kerja</category>
      <description>Dua kata yang paling sulit saya ucapkan kepada penulis, dan paling sering menyelamatkan naskah mereka.</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p>Seorang penulis bertanya kepada saya minggu ini apakah bab pembuka naskahnya sebaiknya dipindah ke belakang. Sepuluh tahun lalu saya akan menjawab dalam tiga detik, dengan yakin, sebab saya mengira untuk itulah penyunting dibayar: selalu punya jawaban. Kali ini saya bilang, “Saya belum tahu. Beri saya sampai Kamis.”</p><p>Dua kata itu dulu terasa seperti pengakuan tidak becus. Di kantor penerbitan tempat saya belajar, orang yang paling dihormati adalah yang paling cepat berpendapat. Saya meniru mereka, dan selama beberapa tahun saya memberi banyak saran yang cepat, yakin, dan keliru. Beberapa naskah menjadi lebih buruk karena saya tidak tahan diam.</p><p><a href="https://themes.abcweb.id/berita/demo3/tulisan/berkata-belum-tahu/">Lanjutkan membaca</a></p>]]></content:encoded>
    </item>
    <item>
      <title>Catatan Pertama</title>
      <link>https://themes.abcweb.id/berita/demo3/tulisan/catatan-pertama/</link>
      <guid isPermaLink="true">https://themes.abcweb.id/berita/demo3/tulisan/catatan-pertama/</guid>
      <pubDate>Sun, 31 May 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
      <category>Catatan harian</category>
      <description>Mengapa blog ini ada, mengapa namanya begitu, dan tiga aturan yang saya buat untuk diri sendiri.</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p>Ini catatan pertama di tempat ini. Saya menulisnya di meja makan, pukul enam pagi, sebelum ada orang lain yang bangun. Di luar, penjual tahu keliling baru lewat dengan belnya.</p><p>Saya sudah lama menulis untuk orang lain: membetulkan kalimat mereka, memotong paragraf mereka, memindahkan bab mereka. Pekerjaan itu saya sukai dan akan terus saya kerjakan. Tetapi seorang penyunting yang tidak pernah menulis sendiri lama-lama seperti montir yang tidak pernah menyetir. Ia tahu semua bagian mesin dan lupa rasanya berada di jalan.</p><p><a href="https://themes.abcweb.id/berita/demo3/tulisan/catatan-pertama/">Lanjutkan membaca</a></p>]]></content:encoded>
    </item>
  </channel>
</rss>
