Tekstil · 1900–1945
Kain Panjang Motif Sulur Kencana
No. inv. GK.T.0142 · sekitar 1920-an
Tekstil · 1900–1945
Selendang tenun putih dengan lajur merah dan deretan motif bunga kecil di kedua ujung.
Selendang tenun berwarna putih gading dengan lajur merah tipis memanjang. Di kedua ujungnya terdapat deretan motif kecil yang oleh penenun Watukencana disebut Kembang Padas, bunga liar yang tumbuh di sela batu kapur.
Motif dibuat dengan benang pakan tambahan yang disisipkan satu per satu, sehingga sedikit timbul bila diraba. Benang putihnya dipintal tangan; ketebalannya tidak rata dan memberi tekstur khas pada permukaan kain.
Penuturan & riwayat
Selendang seperti ini dulu dipakai para pedagang perempuan Watukencana untuk menggendong bakul ke Pasar Wening. Lajur merahnya menjadi penanda: makin banyak lajur, makin lama pemiliknya berdagang.
Selendang koleksi museum memiliki tujuh lajur. Penyumbangnya, Bapak Darsono Adiwilaga, menerima selendang ini dari neneknya yang berjualan gula kelapa selama lebih dari tiga puluh tahun.
Tekstil · 1900–1945
No. inv. GK.T.0142 · sekitar 1920-an
Tekstil · 1946–1980
No. inv. GK.T.0203 · 1950–1970-an
Alat · 1946–1980
No. inv. GK.A.0131 · 1970-an