← Galeri Pesan
Demo oleh abcweb.id
studio ruang teduh
menu

Jurnal Renovasi

Merenovasi rumah tua: mulai dari atap, bukan dari keramik

Bima Adiwangsa · · 6 menit baca

Ilustrasi tulisan: Merenovasi rumah tua: mulai dari atap, bukan dari keramik

Banyak pemilik rumah lama datang dengan daftar keinginan yang dimulai dari lantai baru, dapur baru, atau cat ulang. Itu wajar, karena bagian itulah yang terlihat setiap hari. Namun pada rumah berumur empat puluh tahun lebih, masalah terbesar biasanya tersembunyi di atas plafon dan di bawah lantai.

Atap dan talang

Kami selalu naik ke atas plafon pada kunjungan pertama. Yang dicari: kayu kuda-kuda yang lapuk atau dimakan rayap, reng yang melendut, dan bekas rembesan di sekitar talang. Talang tersembunyi di antara dua atap adalah sumber bocor paling umum pada rumah lama dan sering merusak dinding dari dalam.

Saluran air dan kelembapan dinding

Garis lembap setinggi 30–80 cm di dinding bawah menandakan air naik dari tanah. Mengecat ulang tidak menyelesaikannya. Perlu dicari dulu penyebabnya: saluran pembuangan yang tersumbat, permukaan halaman yang lebih tinggi dari lantai, atau tidak adanya lapisan kedap di pondasi.

Baru kemudian ruang

Setelah kondisi bangunan jelas, barulah kami menyusun usulan perubahan ruang beserta tahapannya. Bila anggaran terbatas, perbaikan atap dan saluran air kami sarankan didahulukan, sedangkan dapur atau kamar mandi baru bisa menyusul tahun berikutnya.

Setiap rumah berbeda. Tulisan ini hanya gambaran umum; pemeriksaan langsung oleh arsitek atau ahli struktur tetap diperlukan sebelum memutuskan pekerjaan apa pun.

Tulisan ini bersifat umum dan tidak menggantikan pemeriksaan langsung. Kondisi setiap bangunan berbeda; konsultasikan dengan arsitek atau ahli struktur sebelum memutuskan pekerjaan.

Karya terkait

Rumah Kenanga 1958 Renovasi rumah tua, Kota Lembang Asri, 2022