← Galeri
Pesan
Demo oleh abcweb.id

Buka setiap hari 10.00–21.00 · 3 cabang di Kota Parahyangan Baru

RM Sari Rasa Masakan Sunda rumahan sejak 1998 Reservasi
Menu

Tentang Sari Rasa

Rumah makan keluarga sejak 1998. Cerita kami, cara kami menjaga dapur tetap bersih, dan dari mana bahan-bahan kami datang.

Dari warung tenda enam meja

Rumah Makan Sari Rasa berawal dari warung tenda di depan alun-alun pada 1998. Menunya hanya ayam bakar, karedok, dan sambal terasi yang diulek di depan pembeli. Resep bumbu kuning untuk ungkep ayam masih sama sampai sekarang, ditimbang per kilogram supaya rasanya sama di tiga cabang.

  1. 1998

    Warung tenda di Jl. Siliwangi

    Ibu Hj. Sari Kusmiati (fiktif) mulai berjualan ayam bakar dan karedok di warung tenda depan alun-alun, dengan 6 meja.

  2. 2003

    Pindah ke bangunan sendiri

    Warung pindah ke rumah tua di seberang alun-alun yang sekarang menjadi Sari Rasa Pusat. Menu bertambah: gurame dan sop buntut.

  3. 2007

    Cabang Situ Gede

    Cabang kedua dibuka di tepi danau dengan saung lesehan di atas kolam, khusus untuk keluarga dan rombongan.

  4. 2016

    Cabang Cipanas Raya

    Cabang ruko untuk makan siang cepat dan dapur nasi kotak yang melayani kantor dan sekolah.

  5. 2024

    Generasi kedua

    Dikelola anak-anak Bu Sari. Dapur pusat direnovasi, resep tetap dicatat dan ditimbang sama di tiga cabang.

Dua potong ayam berbumbu kecap dibakar di atas panggangan arang Tampah berisi cabai rawit hijau, cabai merah, dan jeruk Ikatan kangkung segar berdaun hijau

Kebersihan dapur

Dapur kami diperiksa kepala dapur setiap pagi dan sebelum tutup. Yang kami jaga setiap hari:

Juru masak bermasker dan bertopi bekerja di dapur restoran yang terang
  • Dapur terbuka untuk tamu

    Area bakar di setiap cabang terlihat dari ruang makan. Tamu boleh melihat dapur belakang dengan didampingi staf.

  • Masker, celemek, penutup kepala

    Wajib untuk semua juru masak. Sarung tangan dipakai untuk menyajikan lalapan dan karedok yang tidak dimasak.

  • Bahan dicatat setiap pagi

    Suhu kulkas, tanggal datang bahan, dan sisa stok dicatat di papan dapur. Bahan lebih dari 2 hari tidak dipakai.

  • Minyak goreng diganti rutin

    Minyak untuk ayam dan ikan dipisah dan diganti paling lambat setiap 2 hari.

  • Tanpa babi & minyak babi

    Semua bahan dan bumbu tanpa babi. Sertifikasi halal dalam proses (data fiktif).

  • Air minum dimasak

    Air untuk teh, es batu, dan minuman lain memakai air galon yang dimasak atau air isi ulang yang diuji berkala.

Bahan lokal dari sekitar kota

Sebagian besar bahan dibeli langsung dari petani dan peternak di sekitar Kota Parahyangan Baru, tanpa perantara.

Bahan Dari Keterangan
Sayur & lalapan Kelompok Tani Mekarsari, Cipanas Raya Dipetik pagi, diantar sebelum pukul 07.00.
Gurame & nila Kolam warga Situ Gede Ikan hidup, ditimbang di depan tamu bila diminta.
Ayam kampung Peternak di Kec. Sukaasih Umur 3–4 bulan, dipotong di RPH kota.
Beras Petani Parahyangan Baru Utara Beras pandan wangi lokal, giling seminggu sekali.
Gula aren & kecap Perajin rumahan, Kp. Cikaret Kecap manis diracik sendiri dari gula aren.
Sayuran segar di pasar: kacang panjang, wortel, tomat, brokoli, dan sawi dalam keranjang
Juru masak bermasker mengaduk masakan di panci besar di dapur

48 orang di dapur dan ruang makan

Sebagian juru masak sudah bekerja lebih dari 15 tahun. Setiap juru masak baru belajar mengulek sambal dan membakar ayam di cabang Pusat selama satu bulan sebelum ditempatkan di cabang lain.