Tentang Dapur Kecil
Siapa yang memasak, bagaimana resep diuji, dan cara membaca takaran di blog ini.
Rahma Yuliani
Juru masak rumahan · Kota Tirta Sari
Potret berupa ilustrasi, bukan foto.
Dari buku tulis ke blog
Saya Rahma Yuliani, biasa dipanggil Bu Rahma oleh tetangga. Saya bukan koki dan tidak pernah sekolah masak. Saya ibu dua anak yang sehari-hari memasak di dapur berukuran dua kali tiga meter di Kota Tirta Sari.
Blog ini berawal pada 2019 dari sebuah buku tulis. Adik saya baru menikah dan hampir setiap sore menelepon untuk menanyakan takaran bumbu. Saya mulai mencatat resep keluarga dengan angka yang jelas, lalu memindahkannya ke sini supaya bisa dibaca siapa saja.
Sekarang ada 18 resep. Jumlahnya sengaja tidak banyak, karena setiap resep saya masak minimal tiga kali sebelum terbit dan percobaan terakhir selalu dimasak orang lain di rumah hanya dengan membaca catatan saya.
Yang saya pegang
- Bahan mudah didapat di pasar atau warung, tanpa menyebut merek.
- Setiap resep punya catatan penyimpanan, karena masakan rumah jarang habis sekali makan.
- Foto di blog ini adalah ilustrasi dari bank foto. Bila foto tidak menggambarkan masakan jadinya, saya tulis terus terang di keterangan foto.
- Blog ini tidak menerima ulasan berbayar. Tawaran kerja sama saya jawab lewat halaman kontak.
Cara memakai resep
-
Baca sampai habis dulu
Baca daftar bahan dan semua langkah sebelum menyalakan kompor. Beberapa resep meminta bahan didiamkan atau didinginkan.
-
Atur porsi di kotak Bahan
Tekan tombol tambah atau kurang; takaran dihitung ulang dan dibulatkan ke angka yang mudah ditakar, misalnya ½ sdt atau 125 ml.
-
Centang bahan yang sudah siap
Setiap bahan punya kotak centang. Centang tidak disimpan, jadi aman dipakai bersama di satu ponsel.
-
Cicipi di akhir
Garam, gula, dan rasa asam di resep adalah titik awal. Cabai, tomat, dan asam jawa tiap dapur berbeda rasanya.
-
Cetak bila perlu
Tombol "Cetak resep" menghasilkan satu atau dua lembar berisi bahan dan langkah saja, tanpa menu dan tombol.
Takaran dan konversi
Semua resep memakai sendok takar dan gelas takar yang diratakan. "sdt" adalah sendok teh takar 5 ml, "sdm" sendok makan takar 15 ml, dan "gelas" gelas takar 250 ml, bukan sendok dan gelas minum di laci.
Sendok dan gelas ke mililiter
| Takaran | Volume | Setara |
|---|---|---|
| ¼ sdt | 1,25 ml | sejumput besar |
| ½ sdt | 2,5 ml | – |
| 1 sdt | 5 ml | – |
| 1 sdm | 15 ml | 3 sdt |
| ¼ gelas | 60 ml | 4 sdm |
| ½ gelas | 125 ml | 8 sdm |
| 1 gelas | 250 ml | 16 sdm |
| 1 liter | 1.000 ml | 4 gelas |
Perkiraan berat bahan
| Bahan | 1 sdm | 1 gelas |
|---|---|---|
| Gula pasir | 12 g | 200 g |
| Gula merah, sisir | 10 g | 160 g |
| Garam halus | 15 g | tidak dipakai |
| Tepung terigu | 8 g | 125 g |
| Tepung beras | 9 g | 140 g |
| Tepung tapioka | 8 g | 120 g |
| Minyak goreng | 13 g | 215 g |
| Santan kental | 15 g | 250 g |
Angka perkiraan untuk takaran rata. Untuk kue, timbangan tetap lebih tepat daripada gelas.
Ukuran yang tidak ditimbang
- 1 siung bawang merah ukuran sedang kira-kira 8–10 g; 1 siung bawang putih kira-kira 4–5 g.
- 1 cm kunyit, jahe, atau lengkuas berarti potongan sepanjang 1 cm dari rimpang setebal ibu jari.
- 1 ikat kangkung atau bayam di pasar kira-kira 125–150 g sebelum dipetik.
- Secukupnya hanya saya pakai untuk minyak menggoreng, es batu, dan pelengkap.