Gerabah · Sebelum 1900
Tempayan Bertelinga Dua
No. inv. GK.G.0031 · akhir abad ke-19
Gerabah · 1900–1945
Periuk masak berleher lebar dari tanah merah; bekas jelaga di dasarnya sengaja dibiarkan.
Periuk berbadan bulat dengan leher lebar dan bibir tebal. Warna merah batanya berasal dari tanah liat lereng Tegal Arum yang kaya besi, tanpa pewarna tambahan.
Permukaan luarnya digosok batu sebelum dibakar sehingga agak mengilap. Di sisi badan terlihat tonjolan kecil bekas pegangan yang patah.
Penuturan & riwayat
Sampai 1960-an hampir setiap dapur di Tegal Arum memiliki periuk seperti ini untuk menanak nasi dan merebus sayur. Para perajinnya, kebanyakan perempuan, menjualnya berkeliling dengan pikulan setiap selesai musim panen.
Periuk koleksi museum dibeli dari Ibu Sumiati Kartodikromo, perajin terakhir di dusunnya yang masih membakar gerabah dengan jerami. Ia menyertakan catatan lisan tentang takaran tanah dan pasir yang kini diputar sebagai rekaman suara di Ruang 2.
Gerabah · Sebelum 1900
No. inv. GK.G.0031 · akhir abad ke-19
Gerabah · 1946–1980
No. inv. GK.G.0092 · 1960-an
Alat · 1900–1945
No. inv. GK.A.0046 · sekitar 1925