Lompat ke isi
← Galeri
Pesan
Demo oleh abcweb.id
Tempayan tanah liat pucat bertelinga dua dengan tutup pipih, di depan dinding putih
Tempayan Bertelinga Dua, akhir abad ke-19. Koleksi Museum Daerah Giri Kencana, no. inv. GK.G.0031.

Gerabah · Sebelum 1900

Tempayan Bertelinga Dua

Tempayan penyimpan air minum berleher sempit dengan dua telinga dan tutup pipih.

Nomor inventaris
GK.G.0031
Kategori
Gerabah
Bahan
Tanah liat bakar tanpa glasir
Ukuran
Tinggi 47 cm, diameter badan 29 cm
Periode
Sebelum 1900 (akhir abad ke-19)
Asal
Kec. Tegal Arum, Kab. Giri Kencana
Perolehan
Hibah keluarga Bapak Wiryo Sastrodimejo, 1991
Kondisi
Utuh; retak rambut 6 cm di dekat telinga kiri, sudah distabilkan
Lokasi
Ruang 2 · Tanah & Api

Deskripsi

Tempayan berbadan lonjong dengan leher sempit, dua telinga tegak, dan tutup pipih. Dibuat dari tanah liat pucat khas tepian Kali Wening, dibentuk dengan teknik tatap-pelandas lalu dibakar di tungku terbuka.

Dindingnya tipis untuk ukuran sebesar ini, rata-rata 7 mm. Pori-pori tanah liat tanpa glasir membuat air di dalamnya tetap sejuk, sehingga tempayan sejenis biasa diletakkan di serambi rumah untuk tamu.

Penuturan & riwayat

Cerita di balik benda

Tempayan ini ditemukan utuh pada 1991 ketika sebuah rumah tua di Dusun Arum Lor dibongkar. Ia tertanam separuh badan di lantai dapur, cara lama untuk menjaga air tetap dingin.

Pemilik rumah, keluarga Bapak Wiryo Sastrodimejo, menyerahkannya kepada museum bersama tutupnya yang ternyata disimpan terpisah di lumbung. Retak rambut di dekat telinga kiri sudah ada sejak ditemukan.

Objek terkait

Kembali ke katalog
  • Kendi kecil bergagang dengan hiasan garis geometris, dilihat dari atas

    Gerabah · Sebelum 1900

    Kendi Kecil Berhias Garis

    No. inv. GK.G.0012 · abad ke-19 (perkiraan)

  • Periuk tanah liat bertutup dengan pegangan bulat, terkena bayangan dedaunan

    Gerabah · 1946–1980

    Periuk Bertutup dengan Pegangan Bulat

    No. inv. GK.G.0092 · 1960-an