Jurnal Material
Kayu bekas bongkaran untuk interior: yang perlu dicek sebelum membeli
Laras Puspitasari · · 7 menit baca
Kayu bekas bongkaran sering lebih kering dan stabil daripada kayu baru, karena sudah puluhan tahun menyesuaikan diri dengan udara. Warnanya juga sudah matang. Namun tidak semua kayu bekas layak dipakai, dan biaya pengerjaannya bisa lebih tinggi dari yang dibayangkan.
Periksa paku dan baut
Paku yang tertanam bisa merusak mata gergaji dan mesin serut. Kami selalu meminta pengepul mencabut paku yang terlihat, lalu memeriksa ulang dengan detektor logam di bengkel. Bekas lubang paku bisa dipertahankan sebagai karakter atau ditutup pasak kayu.
Rayap dan bubuk
Ketuk papan dengan gagang obeng. Bunyi kosong menandakan bagian dalam sudah dimakan rayap. Serbuk halus di sekitar lubang kecil menandakan bubuk kayu yang masih aktif. Kayu seperti ini sebaiknya ditolak, atau setidaknya dipisah dan diawetkan sebelum masuk ke ruang lain.
Hitung susut
Setelah diserut, ketebalan papan bisa berkurang 3–5 mm. Untuk meja atau rak yang butuh ketebalan tertentu, belilah lebih tebal atau lebih banyak dari kebutuhan, kira-kira 20–30% lebih.
Kayu bekas cocok untuk meja, rak, panel dinding, dan anak tangga. Untuk struktur utama, kekuatan kayu bekas perlu dinilai ahli struktur karena kondisi tiap batang berbeda.
Tulisan ini bersifat umum dan tidak menggantikan pemeriksaan langsung. Kondisi setiap bangunan berbeda; konsultasikan dengan arsitek atau ahli struktur sebelum memutuskan pekerjaan.