Dari warung 24 kursi
Kami mulai dengan satu tungku arang dan empat lauk
Dapur Lembayung dibuka pada 2018 di sebuah ruko sempit di Arga Kencana. Menunya ditulis dengan kapur: empat lauk, dua sayur, satu sambal. Yang datang kebanyakan tetangga dan pegawai kantor yang pulang malam.
Nama lembayung diambil dari warna langit saat tungku pertama kali dinyalakan setiap sore. Sejak awal kami hanya buka untuk makan malam, karena bumbu digiling pagi hari dan masakan yang dimasak lama baru siap menjelang senja.
Ketika pindah ke bangunan sekarang, kami memutuskan membuka dapur sepenuhnya. Tamu bisa melihat apa yang dimasak, dan juru masak bisa melihat siapa yang mereka masakkan. Cara memasaknya tidak berubah: resep daerah, bahan dari sekitar, api arang.
Perjalanan singkat
- 2018 Dibuka sebagai warung makan malam 24 kursi dengan satu tungku arang.
- 2020 Mulai bekerja langsung dengan enam petani sayur dan dua nelayan di sekitar Arga Kencana.
- 2022 Pindah ke bangunan sekarang; dapur dibuka sehingga terlihat dari semua meja.
- 2024 Menu cicip pertama disajikan, berganti mengikuti musim panen.
Orang-orang di dapur dan ruang makan
Koki dan tim
-
Galih Pramudya
Kepala dapur dan salah satu pendiri
Belajar memasak dari dapur neneknya di lereng bukit, lalu sepuluh tahun bekerja di dapur hotel. Mengurus bumbu dasar dan semua yang dimasak lama.
-
Bima Santosa
Koki bara
Menjaga tungku arang sejak hari pertama. Memilih sendiri arang kayu dan batok kelapa yang dipakai tiap minggu.
-
Sekar Ayuningtyas
Koki kue dan penutup
Mengolah ulang jajan pasar menjadi hidangan penutup: klepon, bubur sumsum, dan wajik hadir dalam bentuk yang lebih ringan.
-
Laras Widyastuti
Manajer ruang makan
Orang pertama yang Anda temui di pintu. Mengatur reservasi, ruang privat, dan catatan alergi setiap meja.
Potret berupa ilustrasi; nama dan cerita fiktif.
Dari mana bahan kami datang
Kami membeli langsung dari orang yang menanam, memelihara, dan menangkapnya. Daftar ini berubah mengikuti musim.
Dapur kami memasak tanpa babi dan alkohol (contoh); bukan pernyataan sertifikat resmi.
Lihat menu- Sayur dan bunga kecombrang
- Kebun Lembah Arum, 9 km dari restoran
- Ikan laut
- Dua perahu nelayan di Teluk Kencana, dikirim tiap pagi
- Bebek dan ayam kampung
- Peternak keluarga di Wanasari
- Gula aren dan kelapa
- Perajin gula di Desa Sukaraya
- Rempah kering
- Pasar induk Arga Kencana, digiling di dapur