← Galeri
Pesan
Demo oleh abcweb.id

Aksi berikutnya:

Relawan Sungai Jernih Komunitas relawan Sungai Cikencana
Buka menu

Kebun bibit

Dari 50 bibit, berapa yang bertahan?

Yoga PratamaKoordinator logistik · · 3 menit baca

Tangan merawat bibit berdaun hijau di bedeng tanah

Menanam itu mudah, merawat yang sulit. Kami menghitung ulang bibit di Dermaga Lama setelah tiga bulan kemarau.

Setiap bibit yang kami tanam diberi nomor di ajir bambunya. Tujuannya sederhana: supaya tiga bulan kemudian kami bisa menjawab pertanyaan yang jarang ditanyakan, yaitu berapa yang masih hidup.

Dari 50 bibit yang ditanam pada Mei, 38 masih hidup saat dicek akhir Agustus. Dua belas mati, sebagian besar di sisi lahan yang paling jauh dari keran air warga.

Kenapa mati

Kemarau tahun ini panjang. Jadwal siram bergilir dua kali seminggu ternyata tidak cukup untuk bibit pucuk merah yang akarnya dangkal. Bambu dan ketapang kencana jauh lebih tahan.

Mulai September kami mengubah dua hal: bibit pucuk merah hanya ditanam di awal musim hujan, dan selang siram disambung sampai ujung lahan dengan dana dari donasi bulan Agustus.

Menyulam, bukan mengulang

Dua belas lubang tanam yang kosong tidak dibiarkan. Pada aksi tanam berikutnya, bibit pengganti ditanam di lubang yang sama dengan nomor yang sama, supaya catatannya tetap bisa dibandingkan.

“Angka pohon yang ditanam enak dibaca. Angka pohon yang hidup lebih jujur.”
Catatan kebun bibit

Cerita, nama, dan angka di halaman ini adalah contoh fiktif untuk keperluan demo.