Nadia KusumawardaniKoordinator edukasi · · 3 menit baca
Sudut pilah sampah sering hanya jadi pajangan. Dari enam sekolah yang kami dampingi, ini yang membuatnya tetap dipakai.
Kunjungan edukasi kami selalu berakhir dengan tiga wadah berwarna di sudut kelas. Pertanyaannya, apakah sebulan kemudian wadah itu masih dipakai sesuai warnanya.
Kami kembali ke enam sekolah yang sudah punya sudut pilah sampah dan membuka tutup wadahnya satu per satu. Di empat sekolah isinya masih terpilah dengan baik. Di dua sekolah, semuanya tercampur.
Yang membedakan
Di sekolah yang berhasil, ada jadwal piket pilah sampah yang ditempel di samping wadah dan seorang guru yang menanyakannya tiap Jumat. Tidak ada yang rumit.
Di sekolah yang wadahnya tercampur, petugas kebersihan menuang ketiga wadah ke satu gerobak yang sama. Peserta melihat itu dan berhenti memilah. Wajar.
Yang kami ubah
Sekarang sebelum sesi kelas, kami berbincang dulu dengan petugas kebersihan sekolah dan menyepakati ke mana tiap wadah dibawa. Sekolah juga kami hubungkan dengan bank sampah mitra untuk penjemputan plastik dua minggu sekali.
Cerita, nama, dan angka di halaman ini adalah contoh fiktif untuk keperluan demo.