Foto ilustrasi lingkungan kerja sejenis, bukan lokasi klien.
Hasil (angka contoh)
- rata-rata waktu saji jam sibuk, dari 17 menit
- 11 menit
- memakai resep dan harga pokok yang sama
- 7 outlet
- selisih bahan terhadap resep, dari sebelumnya tidak terukur
- 5,2%
Masalah
- Pesanan ditulis tangan lalu diantar ke dapur, sering tertukar pada jam makan siang.
- Pemakaian bahan tidak bisa dibandingkan dengan penjualan sehingga penyusutan tidak terlihat.
- Permintaan bahan dari outlet ke dapur pusat masih lewat pesan grup.
Solusi
- Pelayan memasukkan pesanan dari ponsel; tiket muncul di layar dapur per stasiun masak.
- Setiap menu memiliki resep sehingga stok bahan berkurang otomatis saat terjual.
- Permintaan bahan outlet ke dapur pusat dibuat dari saran sistem dan disetujui kepala dapur.
“Dapur tidak lagi berteriak menanyakan pesanan meja berapa. Semua ada di layar, urut waktunya.”