← Galeri
Pesan
Demo oleh abcweb.id
Jejak Pelan Catatan perjalanan lambat · Nadia Prameswari
Menu

Catatan biaya Pulau Tanarawa

Catatan Biaya: 4 Hari di Tanarawa untuk Satu Orang

Semua pengeluaran saya selama empat hari tiga malam di Pulau Tanarawa, dari karcis kapal sampai keripik sukun, dicatat apa adanya sebagai contoh.

Nadia Prameswari
· 1 menit baca · 280 kata

Batu-batu gelap berserakan di pantai berpasir dengan pohon kelapa di tepi
Foto ilustrasi; Pulau Tanarawa adalah tempat fiktif.

Saya mencatat setiap pengeluaran di buku kecil, biasanya malam hari sebelum listrik padam. Catatan ini saya bagikan bukan sebagai patokan harga, melainkan sebagai gambaran proporsi: pos mana yang besar, mana yang bisa ditekan, dan mana yang sebaiknya tidak dihemat. Semua angka adalah contoh.

Pos terbesar: menginap dan makan

Lebih dari separuh pengeluaran saya habis untuk kamar dan makan. Saya menginap tiga malam di rumah warga dengan kamar mandi bersama, dan makan hampir selalu di dapur tuan rumah. Makan di rumah singgah sedikit lebih mahal daripada di warung, tetapi warung tutup sebelum magrib dan porsinya tidak sebanding.

Kalau ingin lebih hemat, satu-satunya cara realistis adalah berbagi kamar. Tarif kamar dihitung per kamar, bukan per orang, sehingga datang berdua hampir memotong pos ini menjadi setengahnya.

Karcis kapal kayu tidak bisa ditawar dan tidak perlu ditawar. Ada kapal yang lebih cepat dengan tarif hampir dua kali lipat; saya tidak memakainya karena dua jam di geladak, dengan angin dan pemandangan pulau yang mendekat perlahan, justru bagian perjalanan yang saya tunggu.

Kalkulator hitam, pensil kuning, dan kertas bergaris warna di meja putih
Ilustrasi: kalkulator dan alat tulis untuk mencatat pengeluaran harian.

Pos yang sering terlupa

Sewa sepeda motor dan bensin kelihatannya kecil, tetapi tanpa keduanya pantai barat praktis tidak terjangkau. Saya menyewa dua hari dari empat hari; dua hari sisanya saya habiskan dengan berjalan kaki di sekitar kampung timur. Iuran kebersihan pantai dibayarkan ke kotak di pos ronda, sukarela tetapi menurut saya wajib.

Yang tidak saya hemat

Kelapa muda sepulang dari pantai, kopi sore di beranda, dan oleh-oleh dari ibu-ibu kampung. Jumlahnya tidak seberapa, dan uang itu langsung sampai ke tangan warga. Dibagi rata, pengeluaran saya Rp295.000 per hari, sudah termasuk kapal pergi-pulang.

Rincian biaya (contoh)

Untuk 1 orang, 4 hari 3 malam.

Pos pengeluaran Rincian Jumlah
Kapal kayu pergi-pulang – Rp140.000
Penginapan rumah warga 3 malam × Rp120.000 Rp360.000
Makan 4 hari × Rp75.000 Rp300.000
Sewa sepeda motor 2 hari × Rp70.000 Rp140.000
Bensin eceran – Rp30.000
Sewa alat snorkel 1 hari Rp40.000
Iuran kebersihan pantai 2 pantai × Rp10.000 Rp20.000
Kopi, kelapa muda, camilan – Rp65.000
Oleh-oleh ikan asin dan keripik sukun – Rp85.000
Total Rp1.180.000

Belum termasuk perjalanan dari rumah ke pelabuhan daratan utama. Semua angka adalah contoh untuk demo, bukan harga sungguhan.

Yang saya bawa

  • Buku catatan pengeluaran
  • Amplop terpisah untuk uang harian
  • Uang cadangan satu hari
  • Botol minum isi ulang

Daftar lengkap yang bisa dicentang ada di halaman perlengkapan.

Perjalanan ini saya biayai sendiri, tanpa sponsor. Baca kebijakan kerja sama dan transparansi.

Tulisan terkait

Cerita perjalanan Pulau Tanarawa

Tiga Hari Tanpa Sinyal di Pantai Batu Lesung

Di sisi barat Pulau Tanarawa ada pantai tanpa warung, tanpa sinyal, dan hampir tanpa pengunjung. Saya tinggal tiga hari di sana dan pulang dengan buku catatan yang penuh.

· 3 menit baca

Panduan Pulau Tanarawa

Panduan Pertama Kali ke Pulau Tanarawa

Jadwal kapal, tempat menginap, uang tunai, dan listrik yang hanya menyala malam hari: hal-hal yang ingin saya ketahui sebelum pertama kali menyeberang ke Tanarawa.

· 2 menit baca