← Galeri
Pesan
Demo oleh abcweb.id
Jejak Pelan Catatan perjalanan lambat · Nadia Prameswari
Menu

Catatan biaya Bukit Sendalu

Catatan Biaya: Akhir Pekan di Bukit Sendalu Berdua

Dua hari satu malam di Bukit Sendalu bersama adik saya: seluruh pengeluaran berdua, dari bus sampai jagung bakar di pos, dicatat sebagai contoh.

Nadia Prameswari
· 1 menit baca · 294 kata

Tiga pendaki berjalan di jalur setapak perbukitan berumput dan berbatu
Foto ilustrasi; Bukit Sendalu adalah tempat fiktif.

Untuk sekali ini saya tidak jalan sendirian. Adik saya ikut, dan itu kesempatan bagus untuk mencatat berapa biaya sebuah akhir pekan di Sendalu kalau dibagi dua. Semua angka di bawah adalah pengeluaran kami berdua dan bersifat contoh.

Yang menjadi lebih murah karena berdua

Kamar di rumah singgah dihitung per kamar, dan pemandu dihitung per rombongan. Dua pos itu sekitar sepertiga dari seluruh pengeluaran, dan keduanya tidak bertambah ketika jumlah orang bertambah. Kalau saya datang sendiri, biaya per orang akan jauh lebih tinggi.

Jalur setapak menanjak di antara rumput tinggi menuju puncak bukit kecil
Ilustrasi: jalur setapak di antara rumput tinggi menuju puncak bukit.

Yang tidak bisa ditawar

Bus, ojek pangkalan, dan retribusi jalur dihitung per kepala. Ojek dari kota kecamatan ke Desa Tegalwatu memakai tarif pangkalan yang ditempel di papan; saya tidak menawar karena jalannya menanjak dan pengemudinya menunggu kami turun keesokan harinya.

Retribusi jalur dibayar di balai desa dan dicatat di buku tamu. Kami mendapat sobekan karcis yang harus disimpan sampai turun. Uangnya, menurut petugas, dipakai untuk merawat jalur dan mengangkut sampah dari Pos Dua, jadi ini pos yang saya bayar dengan senang hati.

Makan dan hal kecil

Kami makan lima kali selama dua hari, semuanya di warung desa atau di dapur rumah singgah. Bekal jalur kami beli di kota kecamatan karena pilihan di desa terbatas. Jagung bakar dan kopi di pos pendaftaran sepulang turun adalah pengeluaran paling tidak perlu sekaligus paling memuaskan.

Tongkat jalan dan jas hujan kami sewa di pos karena tidak ingin membawa dari rumah. Jas hujannya tidak terpakai, tongkatnya sangat terpakai, terutama di turunan hutan pinus yang licin oleh embun.

Jumlah akhirnya Rp950.000 untuk berdua, atau Rp475.000 per orang. Tanpa pemandu, angka itu turun menjadi Rp400.000 per orang, tetapi untuk pendakian pertama saya tetap menyarankan memakai pemandu.

Rincian biaya (contoh)

Untuk 2 orang, 2 hari 1 malam.

Pos pengeluaran Rincian Jumlah
Bus antarkota pergi-pulang 2 orang × Rp80.000 Rp160.000
Ojek pangkalan ke desa pergi-pulang 2 orang × Rp40.000 Rp80.000
Rumah singgah 1 kamar, 1 malam Rp180.000
Retribusi jalur 2 orang × Rp15.000 Rp30.000
Pemandu lokal 1 rombongan Rp150.000
Makan 5 kali makan berdua Rp240.000
Bekal jalur roti, pisang, air Rp45.000
Sewa tongkat dan jas hujan 2 set Rp30.000
Kopi dan jagung bakar di pos – Rp35.000
Total Rp950.000

Belum termasuk perjalanan dari rumah ke terminal keberangkatan. Semua angka adalah contoh untuk demo, bukan harga sungguhan.

Yang saya bawa

  • Buku catatan pengeluaran
  • Uang tunai dalam dua dompet terpisah
  • Senter kepala
  • Air minum 1,5 liter per orang

Daftar lengkap yang bisa dicentang ada di halaman perlengkapan.

Perjalanan ini saya biayai sendiri, tanpa sponsor. Baca kebijakan kerja sama dan transparansi.

Tulisan terkait

Catatan biaya Pulau Tanarawa

Catatan Biaya: 4 Hari di Tanarawa untuk Satu Orang

Semua pengeluaran saya selama empat hari tiga malam di Pulau Tanarawa, dari karcis kapal sampai keripik sukun, dicatat apa adanya sebagai contoh.

· 1 menit baca