Membela Kelas Pukul Tujuh Pagi
Kelas pagi adalah jadwal yang paling sering dikeluhkan dan paling jarang dibela. Setelah dua semester menjalaninya, penulis justru ingin mempertahankannya, dengan beberapa syarat.
Oleh Yoga Pradipta
Penyunting: Laras Ayuningtyas
1 menit baca · 266 kata
Opini adalah pandangan penulis. Tulisan di rubrik ini tidak mewakili sikap redaksi Suara Kampus Arunika maupun Universitas Arunika Nusantara.
Tidak ada yang mendaftar kelas pukul 07.00 dengan gembira. Saya mengambilnya dua semester berturut-turut karena kehabisan pilihan, dan pada pekan-pekan pertama saya ikut mengeluh. Kini, dengan sedikit malu, saya ingin membelanya.
Alasan pertama sangat praktis. Kelas pagi memaksa hari saya dimulai. Pada semester ketika kuliah pertama saya pukul 13.00, pagi hari hilang tanpa bekas. Dengan kelas pukul tujuh, sebelum tengah hari saya sudah menyelesaikan satu mata kuliah dan masih punya siang yang utuh untuk tugas atau liputan.
Alasan kedua lebih sederhana lagi: kampus pada pagi hari itu menyenangkan. Jalan dari gerbang ke Gedung Kuliah Bersama masih teduh, kantin belum antre, dan ruang kelas belum pengap. Dosen pun, sejauh pengamatan saya, lebih sabar sebelum pukul sembilan.
Dengan beberapa syarat
Pembelaan ini bersyarat. Kelas pagi hanya adil kalau kampus ikut menyesuaikan diri. Bus kampus pertama perlu berangkat sebelum pukul 06.30, bukan 06.45 seperti sekarang. Kantin perlu buka lebih awal. Mahasiswa yang tinggal jauh atau bekerja pada malam hari perlu diberi kesempatan memilih kelas paralel lebih dulu.
“Saya tidak pernah mempersoalkan mahasiswa yang datang dengan mata mengantuk. Saya mempersoalkan yang tidak datang sama sekali.”
Syarat terakhir ada pada kita sendiri. Kelas pukul tujuh tidak cocok dengan tidur pukul dua. Saya membutuhkan satu bulan untuk memajukan jam tidur, dan itu bagian tersulit dari seluruh urusan ini.
Saya tahu pendapat ini tidak populer. Tetapi sebelum menandatangani petisi penghapusan kelas pagi, cobalah satu semester dengan niat baik. Barangkali yang kita benci selama ini bukan pukul tujuhnya, melainkan pukul duanya.
Punya pandangan berbeda? Tanggapan dimuat di rubrik yang sama. Lihat pedoman kirim tulisan.
Topik jadwal kuliahkebiasaan belajar
Tentang penulis
Yoga Pradipta
Reporter Liputan Khusus · Teknik Sipil, semester 5
Terbiasa menghitung sebelum menulis: jumlah kursi, jam buka, jarak antargedung. Percaya bahwa liputan fasilitas kampus harus dimulai dengan berjalan kaki mengelilinginya.