Penumpang Gelap dalam Tugas Kelompok
Hampir setiap kelompok punya satu anggota yang menghilang sampai malam sebelum presentasi. Mengeluh di belakang tidak menyelesaikan apa-apa; pembagian kerja tertulis sejak hari pertama bisa.
Oleh Bagas Wiratama
Penyunting: Laras Ayuningtyas
1 menit baca · 273 kata
Opini adalah pandangan penulis. Tulisan di rubrik ini tidak mewakili sikap redaksi Suara Kampus Arunika maupun Universitas Arunika Nusantara.
Kita semua mengenalnya. Ia muncul di grup percakapan pada hari pembagian kelompok, mengirim satu pesan bersemangat, lalu lenyap. Ia kembali semalam sebelum presentasi dan bertanya, bagian saya yang mana. Namanya tetap tercantum di sampul makalah.
Selama enam semester saya sudah berada di kedua sisi. Saya pernah menjadi orang yang mengerjakan tiga perempat makalah sambil menggerutu, dan, jujur saja, pernah sekali menjadi penumpang gelap itu sendiri pada semester yang berantakan. Dari kedua pengalaman itu saya belajar bahwa masalahnya jarang soal malas.
Kabur karena tidak jelas
Kebanyakan penumpang gelap lahir dari pembagian kerja yang kabur. Kalimat seperti nanti kita kerjakan bersama terdengar adil, padahal artinya tidak ada yang bertanggung jawab atas apa pun. Orang yang paling cemas akan mengambil alih, dan orang yang paling sungkan akan mundur pelan-pelan.
Cara yang selama ini berhasil di kelompok saya sederhana dan agak kaku: pada pertemuan pertama, tulis siapa mengerjakan apa dan kapan selesai, lalu kirim ke grup. Bukan untuk saling curiga, melainkan supaya semua orang tahu kapan ia terlambat.
“Saya tidak keberatan satu kelompok mendapat nilai berbeda, asalkan mereka sendiri yang melaporkan pembagian kerjanya dengan jujur.”
Kalau sudah tertulis dan seseorang tetap menghilang, bicaralah langsung kepadanya sebelum bicara kepada dosen. Sering kali ada alasan yang tidak kita tahu. Kalau tidak ada perubahan, barulah sampaikan apa adanya. Itu bukan mengadu; itu melaporkan pekerjaan.
Dan bila suatu saat Anda yang menghilang, kirim satu pesan jujur lebih awal. Kelompok bisa mengatur ulang pekerjaan. Yang tidak bisa mereka atur ulang adalah kepercayaan yang habis pada malam terakhir.
Punya pandangan berbeda? Tanggapan dimuat di rubrik yang sama. Lihat pedoman kirim tulisan.
Topik tugas kelompoktips kuliah
Tentang penulis
Bagas Wiratama
Redaktur Pelaksana · Sosiologi, semester 7
Mengatur alur naskah dari reporter sampai tata letak. Menyukai liputan yang berangkat dari keluhan kecil di lorong fakultas, lalu ditelusuri sampai ke angka dan orang yang mengurusnya.