Edisi cetak
Edisi No. 148: Belajar Setelah Gelap
Empat malam menghitung kursi belajar di kampus, pembelaan untuk memilih sedikit kegiatan, dan peta kampus dari atas kursi roda.
- Nomor
- 148 · Tahun XII
- Terbit
- Tebal
- 16 halaman
- Tiras
- 650 eksemplar, gratis
Catatan demo: berkas PDF tidak disediakan. Semua tulisan edisi ini dapat dibaca lewat daftar isi.
Dari Meja Redaksi
Edisi ini berangkat dari pertanyaan seorang pembaca di kotak saran sekretariat: mengapa selasar Gedung Kuliah Bersama selalu penuh pada malam hari? Kami tidak punya jawabannya, jadi kami pergi menghitung.
Hasil hitungan itu menjadi laporan utama. Di halaman lain, Pemimpin Redaksi menulis tentang nasihat yang tiap tahun diulang kepada mahasiswa baru, dan rubrik Sosok memperkenalkan Raka Mahesa beserta petanya. Selamat membaca, dan selamat menempuh pekan ujian.
Daftar Isi
-
03
Laporan Utama
Belajar Setelah Gelap: Mencari Ruang Belajar Malam di Kampus
Redaksi berjalan mengelilingi kampus selama empat malam untuk menghitung di mana mahasiswa bisa belajar setelah pukul 19.00. Hasilnya: 1.130 kursi pada sore hari menyusut menjadi 164 kursi pada pukul sembilan malam.
Yoga Pradipta · 3 menit baca
-
06
-
09
Kabar Kampus
Perpustakaan Pusat Buka hingga Pukul 22.00 Selama Pekan Ujian
Sekar Handayani · 1 menit baca
-
11
-
14
Resensi
Musim Hujan di Asrama Timur: Novel tentang Tahun Pertama yang Tidak Heroik
Laras Ayuningtyas · 1 menit baca
Tim Penyusun Edisi No. 148
- Pemimpin Redaksi
-
Nadia Prameswari
- Redaktur Pelaksana
-
Bagas Wiratama
- Redaktur Opini dan Resensi
-
Laras Ayuningtyas
- Foto dan Rancang Sampul
-
Dimas Anggoro
- Reporter
-
Yoga Pradipta
Sekar Handayani
Dimas Anggoro
- Tata Letak
-
Dimas Anggoro
Bagas Wiratama
- Pemeriksa Aksara
-
Laras Ayuningtyas
Dicetak dan disebarkan oleh Bidang Sirkulasi dan Usaha. Susunan lengkap redaksi