← Galeri
Pesan
Demo oleh abcweb.id
Langsung ke isi

Edisi No. 148 · Tahun XII

Suara KampusArunika

Buletin pers mahasiswa Universitas Arunika Nusantara
Menu
Liputan Khusus

Setahun Bank Sampah Mahasiswa: Apa yang Berubah

Bank Sampah Arunika genap setahun. Tabungan nasabah mencapai Rp21,4 juta, tetapi pekerjaan terberat ternyata bukan menimbang, melainkan membiasakan memilah.

Oleh Bagas Wiratama

Penyunting: Nadia Prameswari

1 menit baca · 265 kata

Empat tempat sampah beroda berwarna merah dan biru berjajar di depan dinding batu, dengan kursi merah di depannya
Ilustrasi tempat sampah terpilah berdasarkan warna.

Setiap Jumat pukul 15.00, halaman belakang Sanggar Fajar berubah menjadi tempat penimbangan. Mahasiswa datang membawa karung berisi botol plastik, kardus, dan kertas bekas tugas. Bank Sampah Arunika, yang dikelola 28 relawan mahasiswa, pekan ini genap berusia setahun.

Dalam setahun, bank sampah itu mencatat 640 nasabah dan menimbang 9,2 ton sampah terpilah. Nilai tabungan yang terkumpul Rp21,4 juta. Nasabah bisa mencairkannya tiap akhir semester atau menukarnya dengan alat tulis di koperasi mahasiswa.

Yang sulit bukan menimbang

Koordinator relawan, Putri Maharani dari Program Studi Teknik Lingkungan, menyebut tiga bulan pertama sebagai masa paling berat. Hampir separuh setoran datang dalam keadaan tercampur dan basah sehingga tidak laku dijual ke pengepul.

“Kami sempat menolak banyak setoran, dan itu tidak enak. Lalu kami sadar, yang perlu diajarkan bukan cara menabung, tetapi cara membilas botol.”

Putri Maharani, koordinator relawan Bank Sampah Arunika

Relawan kemudian membuat panduan satu halaman dan memasangnya di 40 titik tempat sampah. Setoran tercampur turun dari 46 persen menjadi 12 persen pada bulan kedelapan.

Catatan untuk tahun kedua

Tidak semua berjalan mulus. Jumlah nasabah aktif, yang menyetor paling sedikit sebulan sekali, hanya 210 orang. Sisanya menyetor sekali lalu berhenti. Gudang penyimpanan berukuran tiga kali empat meter juga mulai tidak cukup menjelang akhir semester, saat mahasiswa membuang kertas dalam jumlah besar.

Pembina bank sampah, Agus Setiawan dari Unit Pengelola Lingkungan Kampus, menyatakan kampus menyiapkan gudang kedua di dekat Asrama Timur. Tahun kedua akan difokuskan pada sampah organik kantin, yang sejauh ini belum tertangani.

Penimbangan berikutnya tetap berlangsung tiap Jumat sore. Syaratnya masih sama: kering, bersih, dan terpilah.

Topik lingkunganbank sampahunit kegiatan

Tentang penulis

Bagas Wiratama

Redaktur Pelaksana · Sosiologi, semester 7

Mengatur alur naskah dari reporter sampai tata letak. Menyukai liputan yang berangkat dari keluhan kecil di lorong fakultas, lalu ditelusuri sampai ke angka dan orang yang mengurusnya.

Lihat susunan redaksi

Tulisan Terkait