← Galeri
Pesan
Demo oleh abcweb.id
Langsung ke isi

Edisi No. 148 · Tahun XII

Suara KampusArunika

Buletin pers mahasiswa Universitas Arunika Nusantara
Menu
Sosok

Tiara dan Kebun Bibit di Belakang Asrama

Ketua Mahasiswa Pencinta Alam Giri Wana itu mengubah lahan kosong di belakang Asrama Timur menjadi kebun bibit. Dalam setahun, 1.900 bibit pohon peneduh keluar dari sana.

Oleh Sekar Handayani

Penyunting: Bagas Wiratama

1 menit baca · 272 kata

Rak kayu di rumah kaca berisi pot, baki semai, dan alat berkebun
Ilustrasi rak pot dan baki semai di rumah bibit.

Di belakang Asrama Timur, di antara tembok pagar dan tempat jemuran, ada sebidang lahan berukuran delapan kali dua belas meter yang dulu hanya ditumbuhi ilalang. Kini lahan itu dipenuhi deretan kantong bibit yang tertata di bawah paranet. Yang memulainya adalah Tiara Larasati, mahasiswa Kehutanan semester lima.

Tiara adalah ketua Mahasiswa Pencinta Alam Giri Wana. Selama ini kegiatan penanaman unit itu selalu bergantung pada bibit sumbangan yang jumlah dan jenisnya tidak menentu. Ia ingin unitnya punya persediaan sendiri.

“Menanam itu mudah dan ramai-ramai. Yang sepi itu menyiram bibit tiap sore selama delapan bulan. Saya ingin kami belajar bagian yang sepi itu.”

Tiara Larasati, ketua Giri Wana

Biji dari halaman sendiri

Bibit pertama berasal dari biji yang dipungut di lingkungan kampus: trembesi, ketapang kencana, dan tanjung. Anggota mengumpulkannya tiap Sabtu pagi, lalu menyemainya di bak bekas. Media tanamnya memakai kompos dari daun kering yang disapu petugas kebersihan.

Dalam setahun, kebun itu menghasilkan 1.900 bibit siap tanam. Sebanyak 600 ditanam di tepi lapangan dan jalur menuju Fakultas Pertanian dan Pangan, sisanya dibagikan kepada warga sekitar kampus dan unit kegiatan lain.

Tiara menyusun jadwal piket siram untuk 31 anggota, dua orang tiap sore. Ia sendiri mengambil giliran Minggu, hari yang paling sering kosong.

Pembina Giri Wana, Ir. Darmawan Hadi, M.Hut., menyebut kebun itu mengubah cara anggota memandang kegiatan alam: bukan hanya mendaki, melainkan juga merawat.

Masa jabatan Tiara berakhir semester depan. Ia sudah menulis buku panduan kebun setebal dua belas halaman untuk pengurus berikutnya. Halaman pertamanya hanya berisi satu kalimat: bibit tidak mengenal libur semester.

Topik lingkunganunit kegiatansosok mahasiswa

Tentang penulis

Sekar Handayani

Reporter Kabar Kampus · Agroteknologi, semester 3

Anggota termuda di meja redaksi. Paling sering ditemui di kantin dan kebun percobaan, dua tempat yang menurutnya paling cepat mengabarkan perubahan di kampus.

Lihat susunan redaksi

Tulisan Terkait