#37 Surat Senin
- Dari
- Laras Pramudita, Tirtasari
- Untuk
- Anda dan toko Anda
- Terbit
- , 06.00 WIB
- Perihal
- Kebiasaan · 2 menit baca
Satu hal saja per minggu
Daftar perbaikan yang panjang membuat kita merasa produktif saat menulisnya dan bersalah seminggu kemudian. Pilih satu.
Halo, Sahabat Senin,
Di dinding dapur produksi keripik milik Pak Guntur di Tirtasari pernah tertempel daftar berjudul "Yang harus dibenahi". Isinya sembilan belas butir, dari mengganti timbangan sampai membuat kemasan baru. Daftar itu sudah menguning. Selama delapan bulan, yang tercoret hanya dua.
Saya kira banyak dari kita punya daftar seperti itu, di dinding atau di kepala. Menulisnya terasa seperti kemajuan. Melihatnya setiap hari, tanpa ada yang berubah, lama-lama terasa seperti tuduhan.
Masalahnya bukan malas
Usaha kecil dijalankan oleh orang yang sudah sibuk dari pagi. Tenaga untuk memperbaiki sesuatu hanya tersisa sedikit, dan kalau sedikit itu dibagi ke sembilan belas arah, tidak ada satu pun yang selesai. Daftar panjang bukan rencana; ia hanya inventaris kekhawatiran.
Aturan satu
Pak Guntur mencopot daftar itu dan menggantinya dengan satu kartu. Setiap Senin pagi ia menulis satu hal yang akan dibereskan minggu itu, cukup kecil untuk selesai dalam dua jam kerja kalau dijumlahkan. Bukan "membuat kemasan baru", melainkan "minta contoh plastik kemasan dari dua toko".
Kartu itu ditempel di pintu lemari bahan, tempat yang pasti ia buka belasan kali sehari. Ia tidak perlu mengingat; kartunya yang mengingatkan.
Kalau Jumat belum selesai, hal yang sama ditulis lagi minggu berikutnya dengan ukuran yang diperkecil. Tidak ada butir kedua sebelum yang pertama dicoret.
“Sembilan belas butir itu delapan bulan tidak jalan. Dengan satu kartu, dalam tiga bulan saya sudah mencoret sebelas. Hitungannya tidak masuk akal, tapi begitulah.”
Yang berubah bukan hanya jumlah coretan. Sembilan belas butir itu tidak hilang; ia memindahkannya ke halaman belakang sebuah buku dan hanya membukanya pada Senin pagi untuk memilih. Sisa minggu itu ia tidak perlu melihatnya, dan dapur produksinya terasa lebih lega tanpa kertas kuning di dinding.
Surat ini pun dibuat dengan aturan yang sama: satu gagasan untuk dicoba setiap Senin, bukan sepuluh. Kalau dari seluruh edisi Anda hanya mengambil satu kebiasaan, saya harap yang ini. Tulis satu hal di secarik kertas sekarang, sebelum membuka toko.
Salam dari meja kerja,
Laras Pramudita
Tiga catatan pendek
-
Perkecil sampai terasa konyol
Kalau satu hal itu belum juga dikerjakan, artinya masih terlalu besar. Potong lagi sampai Anda malu kalau tidak menyelesaikannya.
-
Senin menulis, Jumat mencoret
Dua titik tetap dalam seminggu sudah cukup sebagai pengingat. Tidak perlu memeriksa kartu itu setiap hari.
-
Simpan kartu yang sudah dicoret
Tumpukan kartu selesai adalah bukti yang bisa dipegang. Pada minggu yang berat, tumpukan itu lebih meyakinkan daripada kata-kata penyemangat.
Alat minggu ini
Kartu satu hal
Kartu indeks atau potongan kertas tebal
Satu kartu per minggu dengan tiga baris: satu hal minggu ini, langkah pertama yang butuh kurang dari sepuluh menit, dan tanggal dicoret.
Templat umum untuk disalin ke kertas atau lembar kerja apa pun. Bukan nasihat keuangan.
Tanya pembaca
“Semua hal di daftar saya terasa sama pentingnya. Bagaimana memilih satu?”
Pembaca, usaha frozen food rumahan (contoh)
Tanyakan: mana yang, kalau beres, membuat hal lain di daftar itu lebih mudah atau tidak perlu lagi? Biasanya ada satu atau dua yang seperti itu. Kalau tetap tidak bisa memilih, ambil yang paling kecil.
Memilih yang "salah" hampir tidak ada ruginya, karena minggu depan Anda memilih lagi. Yang merugikan adalah seminggu habis untuk menimbang.
Balas surat ini
Sudah mencoba? Punya pertanyaan untuk edisi depan? Tulis saja. Contoh: tautan di bawah membuka pesan tanpa penerima.
Teruskan ke teman
Kenal pemilik usaha yang sedang memikirkan hal ini? Kirim surat ini kepadanya.