← Galeri
Pesan
Demo oleh abcweb.id
Langsung ke isi

Terbit tiap Senin 06.00 WIB

Surat Senin Nawala mingguan oleh Laras Pramudita
Menu

#38 Surat Senin

Dari
Laras Pramudita, Tirtasari
Untuk
Anda dan toko Anda
Terbit
, 06.00 WIB
Perihal
Pencatatan · 3 menit baca

Stok opname dengan kertas dan pensil

Menghitung stok tidak harus menutup toko seharian. Satu rak per hari, dengan kertas dan pensil, sudah mengubah banyak hal.

Deretan stoples kaca bertutup logam berisi rempah di rak kayu, masing-masing berlabel hitam kecil
Ilustrasi: stoples rempah berjajar di rak kayu.

Halo, Sahabat Senin,

Toko bumbu dan rempah milik Bu Lastri di Tirtasari punya empat puluh dua stoples di rak utama. Suatu sore seorang pembeli meminta kapulaga, dan Bu Lastri menjawab habis. Dua hari kemudian ia menemukan setengah kilo kapulaga di stoples belakang, tertutup stoples lain.

Barang yang ada tetapi tidak ditemukan sama nasibnya dengan barang yang habis. Bedanya, yang pertama diam-diam menua di rak sambil menahan uang Anda.

Satu rak sehari

Kata "stok opname" terdengar seperti pekerjaan akhir tahun yang menutup toko. Untuk usaha kecil ada cara yang lebih ringan: bagi tempat penyimpanan menjadi beberapa bagian, lalu hitung satu bagian setiap hari pada jam sepi. Bu Lastri membagi raknya menjadi enam. Dalam seminggu, setiap stoples dilihat sekali.

Kertasnya sederhana: nama barang, perkiraan jumlah, dan satu tanda. Lingkaran untuk "hampir habis", silang untuk "terlalu banyak", garis untuk "biasa". Ia tidak menimbang semuanya. Mata dan tangan sudah cukup untuk membedakan stoples yang seperempat dari yang penuh.

“Saya tidak butuh angka pasti. Saya butuh tahu mana yang harus dibeli Kamis ini dan mana yang jangan dibeli lagi sampai bulan depan.”

Bu Lastri, pemilik toko bumbu (tokoh contoh)

Seluruh hitungan satu bagian rak memakan waktu kira-kira sepuluh menit, dan ia mengerjakannya pada jam sepi setelah makan siang, ketika toko hampir tidak ada pembelinya.

Tanda silang lebih penting dari lingkaran

Kebanyakan orang menghitung stok untuk mencari yang hampir habis. Yang lebih jarang diperhatikan adalah yang terlalu banyak. Barang berlebih adalah uang yang sedang tidur di rak, dan untuk bahan yang punya masa simpan, uang itu bisa tidak bangun lagi.

Ada kebiasaan kecil yang ikut terbentuk. Karena setiap hari ia berdiri di depan satu bagian rak, bagian itu sekaligus dilap dan dirapikan. Dalam seminggu seluruh rak bersih tanpa pernah ada "hari bersih-bersih" yang harus dijadwalkan dan biasanya ditunda.

Setelah sebulan, Bu Lastri berhenti membeli tiga jenis rempah yang selalu bertanda silang, dan memindahkan dua stoples yang sering dicari ke rak setinggi mata. Tidak ada alat baru yang dibeli. Hanya selembar kertas per hari.

Salam dari meja kerja,
Laras Pramudita

Tiga catatan pendek

  1. Yang lama di depan

    Setiap kali mengisi ulang, tarik barang lama ke depan dan taruh yang baru di belakang. Sepuluh detik per rak mencegah banyak barang kedaluwarsa.

  2. Tiga tanda sudah cukup

    Hampir habis, terlalu banyak, biasa. Kalau butuh lebih rinci dari itu, tambahkan nanti setelah kebiasaannya jalan.

  3. Label di sisi yang terlihat

    Stoples atau kotak tanpa label di sisi depan akan dilewati mata. Tempel ulang label yang sudah pudar pada hari Anda menghitung rak itu.

Alat minggu ini

Lembar hitung rak harian

Kertas bergaris, satu lembar per bagian rak

Daftar barang dalam satu bagian rak dengan kolom perkiraan jumlah dan satu tanda: lingkaran, silang, atau garis. Di bawahnya dua baris: "beli minggu ini" dan "jangan beli dulu".

  1. 1. Bagi tempat penyimpanan menjadi lima sampai tujuh bagian.
  2. 2. Hitung satu bagian setiap hari pada jam sepi.
  3. 3. Beri tanda pada setiap barang.
  4. 4. Salin semua lingkaran ke daftar belanja, semua silang ke daftar tahan.

Templat umum untuk disalin ke kertas atau lembar kerja apa pun. Bukan nasihat keuangan.

Tanya pembaca

“Barang saya ratusan jenis. Menghitung satu per satu rasanya tidak mungkin.”

Pembaca, toko kelontong kecil (contoh)

Tidak perlu semuanya. Mulailah dari dua puluh barang yang paling sering dibeli dan sepuluh barang yang paling mahal modalnya. Tiga puluh barang itu biasanya mewakili sebagian besar uang yang berputar di toko.

Sisanya cukup diperiksa dengan mata saat mengisi ulang rak. Menghitung sebagian secara rutin jauh lebih berguna daripada berencana menghitung semuanya lalu tidak pernah mulai.

Balas surat ini

Sudah mencoba? Punya pertanyaan untuk edisi depan? Tulis saja. Contoh: tautan di bawah membuka pesan tanpa penerima.

Balas lewat WhatsApp Balas lewat email

Teruskan ke teman

Kenal pemilik usaha yang sedang memikirkan hal ini? Kirim surat ini kepadanya.

Teruskan lewat WhatsApp

Edisi lain tentang pencatatan

  • #48
    Buku kas yang cuma tiga kolom

    Catatan keuangan yang bertahan bukan yang paling lengkap, melainkan yang masih sanggup diisi pada hari paling sibuk.

  • #42
    Nota yang hilang di laci

    Nota tidak hilang karena ceroboh. Nota hilang karena tidak punya rumah. Satu wadah dan satu hari dalam seminggu sudah cukup.

Membaca ini di web? Terima langsung di email

Terbit tiap Senin 06.00 WIB. Gratis, bisa berhenti kapan saja.

Contoh, tidak tersimpan: tombol membuka WhatsApp dengan pesan “Saya ingin berlangganan Surat Senin” tanpa nomor tujuan. Bisa juga kirim lewat email.