Sekarang
Sedang mengerjakan apa
Halaman ini menjawab pertanyaan yang biasanya diajukan kawan lama di awal percakapan. Saya memperbaruinya kira-kira dua minggu sekali, dari meja makan di Giriwening.
Diperbarui
Pekerjaan
- Menyunting naskah memoar seorang bidan desa, 310 halaman. Saya sedang di putaran kedua, bab 9 dari 21, dengan jatah empat puluh halaman sehari.
- Membaca cetak coba buku panduan berkebun pekarangan untuk sebuah penerbit kecil. Tinggal memeriksa indeks dan keterangan gambar.
- Tidak menerima naskah baru sampai memoar selesai. Antrean berikutnya dibuka awal bulan depan.
Menulis
- Tiga halaman tulisan tangan setiap pagi, sekarang di buku tulis ketiga belas.
- Draf tulisan minggu depan: tentang penjual bibit di gang belakang masjid yang sudah berjualan sejak sebelum saya lahir.
- Mengumpulkan catatan untuk tulisan panjang tentang jam menara pasar yang terlambat tujuh menit. Belum tahu bentuknya.
Di rumah
- Membaca rak buku Bapak secara berurutan. Sampai di buku kedua puluh tiga dari seratus empat puluh satu.
- Menanam kemangi dan cabai di pot depan. Kemanginya hidup; cabainya masih berpikir.
- Belajar memperbaiki talang sendiri sebelum hujan makin sering. Hasil sementara: bocornya pindah tempat.
Yang sengaja tidak saya kerjakan
- Media sosial.
- Siniar. Sudah dua kali diajak, dan saya masih lebih suka menulis.
- Belajar tata letak. Barisnya sudah saya hapus dari daftar tugas.
Membaca
-
Musim Kering di Lereng Utara, Ratri Wulandaru
novel · halaman 212 dari 328
-
Seni Menunda dengan Baik, Bagas Hadinata
esai · bab 4 dari 11
-
Peta yang Digambar dari Ingatan, Laksmi Pradnyani
kisah perjalanan · buku ke-17 dari rak Bapak, baca ulang
Tulisan terakhir
Warung yang Tutup Pukul Dua, terbit . Bu Marni menurunkan tirai bambu tepat pukul dua siang, dan hitungannya ternyata lebih rapi daripada jadwal kerja saya.
Gagasan halaman “sekarang” sederhana: satu halaman yang jujur tentang apa yang sedang menyita perhatian, supaya tidak perlu diulang di setiap surat. Kalau isinya sudah basi lebih dari sebulan, silakan tegur saya.