Warung yang Tutup Pukul Dua
Bu Marni menurunkan tirai bambu tepat pukul dua siang, dan hitungannya ternyata lebih rapi daripada jadwal kerja saya.
Kota · 3 menit baca
Arsip
20 tulisan, kira-kira 5.900 kata, disusun dari yang terbaru. Satu tulisan terbit setiap minggu.
Bu Marni menurunkan tirai bambu tepat pukul dua siang, dan hitungannya ternyata lebih rapi daripada jadwal kerja saya.
Kota · 3 menit baca
Empat puluh menit setiap sore, tanpa rute dan tanpa penghitung langkah. Yang saya dapat bukan kebugaran, melainkan kalimat.
Kebiasaan · 1 menit baca
Tahun ini saya berhenti menghitung jumlah buku. Dua puluh halaman sehari, dengan pensil, ternyata lebih banyak yang tinggal.
Buku · 1 menit baca
Saya menyimpan daftar tugas selama sebelas tahun dan tidak sekali pun mengosongkannya. Mungkin memang bukan itu gunanya.
Kerja · 3 menit baca
Pukul tiga sore, setelah lima bulan kering, seluruh gang keluar ke teras hanya untuk melihat air jatuh.
Catatan harian · 1 menit baca
Stasiun Giriwening hanya disinggahi empat kereta sehari. Saya sering ke sana tanpa hendak pergi ke mana-mana.
Kota · 1 menit baca
Tiga halaman, sebelum membuka layar apa pun. Setelah dua belas buku tulis, inilah yang berubah dan yang ternyata tidak.
Kebiasaan · 3 menit baca
Saya butuh tiga puluh tahun untuk berani tidak menamatkan buku. Aturan halaman 80 membuatnya lebih mudah.
Buku · 1 menit baca
Satu jam bicara, lima orang, dan satu keputusan yang bisa ditulis dalam empat kalimat. Saya mulai meminta empat kalimat itu lebih dulu.
Kerja · 1 menit baca
Kunci pagar patah pagi ini. Lima belas menit di kios Pak Umar memberi saya lebih banyak daripada duplikat kunci.
Catatan harian · 1 menit baca
Tiga tahun lalu saya pindah kembali ke Giriwening. Yang saya temukan bukan masa kecil, melainkan kota yang punya ukurannya sendiri.
Kota · 3 menit baca
Bukan dimatikan, bukan dipasangi aplikasi pembatas. Hanya ditaruh di laci dapur, sebelas langkah dari meja kerja.
Kebiasaan · 1 menit baca
Bapak meninggalkan satu rak berisi seratus empat puluh buku dan kebiasaan menulis tanggal di halaman terakhir. Saya sedang membacanya berurutan.
Buku · 3 menit baca
Saya tidak punya ruang kerja. Saya punya meja makan yang harus dikosongkan pukul dua belas, dan batas itu ternyata menolong.
Kerja · 1 menit baca
Tetangga saya meminjamkan sepeda jengki yang umurnya lebih tua daripada saya. Remnya satu, belnya dua.
Catatan harian · 1 menit baca
Giriwening hanya punya satu lampu lalu lintas, di simpang empat depan kantor pos. Orang memakainya sebagai penanda, bukan pengatur.
Kota · 1 menit baca
Pukul satu, di lantai, dengan pengatur waktu dapur. Kebiasaan yang dulu saya sembunyikan dari rekan kerja.
Kebiasaan · 1 menit baca
Buku yang dipinjamkan jarang kembali. Saya memutuskan berhenti mencatat dan mulai menganggapnya cara buku bepergian.
Buku · 1 menit baca
Dua kata yang paling sulit saya ucapkan kepada penulis, dan paling sering menyelamatkan naskah mereka.
Kerja · 1 menit baca
Mengapa blog ini ada, mengapa namanya begitu, dan tiga aturan yang saya buat untuk diri sendiri.
Catatan harian · 1 menit baca
Tidak ada tulisan yang cocok. Coba kata lain atau pilih “Semua”.