← Galeri
Pesan
Demo oleh abcweb.id
Langsung ke isi
Catatan Pinggir Jalan

Catatan baca

Buku

Delapan buku terakhir yang saya selesaikan, atau sengaja tidak saya selesaikan. Saya membaca kira-kira dua puluh halaman sehari dengan pensil di tangan; alasannya ada di Membaca Lambat.

Tidak ada bintang. Setiap buku hanya mendapat satu kalimat penilaian. 4 dari 8 saya anggap layak dibaca ulang.

Sedang dibaca

Sudah selesai

Orang-Orang di Peron Tiga

Anjani Prameswari · Novel · 264 halaman

Seluruh cerita berlangsung dalam satu malam di stasiun kecil ketika kereta terakhir tertahan banjir. Tujuh orang yang tidak saling kenal terpaksa menunggu sampai pagi.

Tidak ada kejadian besar. Yang ada hanya orang-orang yang pelan-pelan berhenti berpura-pura sibuk. Saya membacanya di peron Giriwening, dan itu tempat yang tepat.

“Menunggu bersama orang asing adalah cara tercepat untuk berhenti menjadi asing.”

Kalimat yang saya garis bawahi

Penilaian layak dibaca ulang

Disinggung di tulisan Stasiun Kecil dan Orang-Orang yang Menunggu

Kamus Kecil Kata yang Hilang

Yosef Lintang · Esai bahasa · 188 halaman

Seratus kata yang dulu dipakai sehari-hari dan sekarang hampir tidak terdengar, masing-masing dengan satu halaman cerita. Bukan kamus, lebih mirip album foto.

Buku ini sampai ke saya dari lapak bekas dengan tiga nama pemilik di halaman pertama. Saya menambahkan nama keempat.

“Kata tidak mati; ia hanya berhenti dipanggil.”

Kalimat yang saya garis bawahi

Penilaian layak dibaca ulang

Disinggung di tulisan Meminjamkan Buku

Rumah dengan Tujuh Jendela

Sekar Mahardika · Novel · 342 halaman

Kisah tiga generasi perempuan dalam satu rumah di kota pesisir. Bagian neneknya kuat sekali; bagian cucunya terasa ditulis terburu-buru.

Saya menikmati dua pertiga awalnya dan menyelesaikan sisanya karena ingin tahu nasib rumahnya, bukan nasib orangnya.

Penilaian bagus, sekali baca cukup

Cara Kerja Tukang Kayu

Hendra Wicaksana · Nonfiksi · 156 halaman

Seorang perajin mebel menulis tentang dua puluh tahun pekerjaannya: mengukur, menunggu kayu kering, memperbaiki salah potong. Hampir tidak ada nasihat, hanya uraian.

Saya membacanya sebagai buku tentang menyunting. Hampir setiap halaman tetap benar kalau kata “papan” diganti “paragraf”.

“Ukur dua kali bukan karena ragu, tetapi karena kayu tidak bisa dipanjangkan lagi.”

Kalimat yang saya garis bawahi

Penilaian layak dibaca ulang

Disinggung di tulisan Tukang Kunci di Depan Pasar

Sebelum Lampu Jalan Menyala

Nadira Kusumaningrum · Puisi · 96 halaman

Empat puluh puisi pendek tentang jam lima sore. Saya membaca satu setiap pulang jalan kaki, dan butuh enam minggu untuk menamatkannya.

Beberapa puisi terlalu manis untuk selera saya. Tetapi sepuluh yang terbaik sekarang saya hafal tanpa sengaja.

Penilaian baca pelan-pelan, sedikit demi sedikit

Disinggung di tulisan Berjalan Kaki Tanpa Tujuan

Tiga Puluh Hari Tanpa Rencana

Galih Pranowo · Nonfiksi · 240 halaman

Gagasannya menarik: sebulan hidup tanpa jadwal, lalu mencatat akibatnya. Tetapi sampai halaman 80 penulisnya masih menjelaskan mengapa ia akan melakukannya.

Pembatasnya masih di sana. Mungkin suatu hari saya kembali; mungkin percobaannya sendiri baru mulai di halaman 81.

Penilaian saya tinggalkan di halaman 80

Disinggung di tulisan Buku yang Saya Tinggalkan di Halaman 80

Surat untuk Penyunting Muda

Maria Tunggadewi · Surat-surat · 132 halaman

Dua belas surat dari seorang penyunting yang hampir pensiun kepada penggantinya. Isinya lebih banyak soal menahan diri daripada soal tata bahasa.

Saya membacanya setahun sekali, biasanya setelah melakukan kesalahan yang sudah ia peringatkan di surat ketiga.

“Tugasmu bukan membuat naskah ini terdengar sepertimu.”

Kalimat yang saya garis bawahi

Penilaian layak dibaca ulang

Disinggung di tulisan Berkata “Belum Tahu”

Kota Kecil, Jam Besar

Arya Sumbaga · Kumpulan cerpen · 204 halaman

Sebelas cerpen berlatar kota-kota kabupaten yang tidak disebut namanya. Yang terbaik adalah cerita tentang tukang reparasi jam yang menolak membetulkan jam alun-alun.

Tiga cerpen terakhir mengulang pola yang sama. Saya meminjamkannya kepada tetangga dan tidak berharap ia kembali.

Penilaian bagus, sekali baca cukup

Disinggung di tulisan Pulang ke Kota yang Tidak Berubah Banyak

Semua judul dan nama penulis di halaman ini fiktif, dibuat untuk demo. Tulisan tentang kebiasaan membaca ada di topik Buku.