← Galeri
Pesan
Demo oleh abcweb.id
Jejak Pelan Catatan perjalanan lambat · Nadia Prameswari
Menu

Itinerary Danau Merandai

Itinerary 2 Hari Mengelilingi Danau Merandai dengan Sepeda Sewaan

Lingkar Danau Merandai sepanjang kira-kira 24 km saya bagi menjadi dua hari santai dengan sepeda sewaan, satu kali menyeberang perahu, dan banyak berhenti.

Nadia Prameswari
· 1 menit baca · 299 kata

Dua pesepeda dilihat dari belakang di jalan tepi danau berkabut dengan perbukitan
Foto ilustrasi; Danau Merandai adalah tempat fiktif.

Dua puluh empat kilometer bisa diselesaikan pesepeda terlatih dalam satu jam lebih sedikit. Saya membutuhkan dua hari, dan itu disengaja. Jalan lingkar Merandai terlalu bagus untuk dilewati sambil menunduk menatap setang.

Sepeda dan arah putaran

Sepeda disewa dari Bang Rahel di Kampung Tepi, dekat dermaga kayu. Koleksinya tidak banyak, sebagian besar sepeda kota dengan keranjang depan, tanpa gigi. Untuk jalan yang hampir seluruhnya datar, itu cukup. Saya memutar searah jarum jam supaya danau selalu ada di sisi kanan dan saya tidak perlu menyeberang jalan setiap kali ingin berhenti.

“Pelan saja, Mbak. Danaunya tidak ke mana-mana. Yang penting remnya dicoba dulu sebelum turunan dekat jembatan.”

Bang Rahel, penyewa sepeda
Jalan aspal di tepi danau dengan sebatang pohon berbunga dan pagar
Ilustrasi: jalan datar di tepi danau dengan pohon berbunga.

Sisi utara dan timur

Hari pertama melewati sisi utara yang teduh oleh pohon-pohon besar, lalu sisi timur yang terbuka dengan sawah di kiri dan air di kanan. Ada tiga warung di sepanjang ruas ini, dan saya berhenti di semuanya. Saya bermalam di rumah singgah di kampung sisi timur, kira-kira di kilometer tiga belas.

Rumah singgah itu berdiri beberapa langkah dari tepi air. Sorenya saya duduk di tangga belakang bersama pemilik rumah, melihat anak-anak kampung melompat dari perahu yang ditambatkan. Makan malamnya ikan danau goreng dengan sambal dan lalapan, sederhana dan habis dalam sekejap.

Sisi selatan dan penyeberangan

Sisi selatan lebih sepi dan sebagian jalannya berbatu. Pada musim hujan ruas ini kadang tergenang, dan warga menyediakan perahu penyeberangan yang juga mengangkut sepeda. Saya tetap naik perahu itu walaupun jalannya kering, hanya untuk melihat danau dari tengah. Dari titik penyeberangan, dermaga Kampung Tepi tinggal lima kilometer.

Satu catatan soal tenaga: jalannya memang datar, tetapi sepeda tanpa gigi tetap terasa berat ketika angin datang dari depan. Berangkatlah pagi, sebelum angin siang naik dari arah lembah.

Itinerary hari demi hari

Ketuk tiap bagian untuk membuka rinciannya. Jam hanya perkiraan dari perjalanan saya.

Hari 1 Kampung Tepi – sisi utara – kampung timur (±13 km)
  • Pagi: tiba di Kampung Tepi, ambil sepeda, coba rem dan tinggi sadel.
  • 09.00: mulai mengayuh searah jarum jam.
  • 10.30: warung pertama di bawah pohon besar, kopi dan pisang goreng.
  • 12.30: makan siang di warung tepi sawah.
  • 15.00: tiba di rumah singgah kampung timur, mandi, jalan kaki ke tepi air.
Hari 2 Kampung timur – sisi selatan – penyeberangan – Kampung Tepi (±11 km)
  • 06.00: melihat kabut di atas danau dari belakang rumah singgah.
  • 07.30: berangkat setelah sarapan, bawa bekal karena warung selatan sedikit.
  • 10.00: perahu penyeberangan bersama sepeda.
  • 11.30: tiba di dermaga kayu, kembalikan sepeda.
  • Siang: makan, lalu angkutan desa ke kota kecamatan.

Rincian biaya (contoh)

Untuk 1 orang, 2 hari 1 malam, gaya hemat.

Pos pengeluaran Rincian Jumlah
Bus dan angkutan desa pergi-pulang – Rp100.000
Rumah singgah 1 malam Rp110.000
Sewa sepeda 2 hari × Rp35.000 Rp70.000
Makan 2 hari × Rp65.000 Rp130.000
Perahu penyeberangan dengan sepeda – Rp20.000
Kopi di dermaga – Rp15.000
Total Rp445.000

Semua angka adalah contoh untuk demo, bukan harga sungguhan.

Yang saya bawa

  • Celana panjang ringan
  • Tas kecil untuk keranjang sepeda
  • Jas hujan ponco
  • Botol minum
  • Lampu senter kecil untuk berjaga-jaga

Daftar lengkap yang bisa dicentang ada di halaman perlengkapan.

Perjalanan ini saya biayai sendiri, tanpa sponsor. Baca kebijakan kerja sama dan transparansi.

Tulisan terkait

Cerita perjalanan Danau Merandai

Belajar Diam di Dermaga Kayu Merandai

Saya datang ke Danau Merandai dengan daftar kegiatan, lalu menghabiskan hampir seluruh waktu duduk di sebuah dermaga kayu. Ini catatan tentang tidak melakukan apa-apa.

· 2 menit baca

Itinerary Dataran Tinggi Wanasari

Itinerary 3 Hari 2 Malam di Dataran Tinggi Wanasari

Susunan tiga hari yang saya jalani di Wanasari: berjalan di antara blok kebun teh, mampir ke Curug Lirih, dan pulang sebelum kabut sore turun. Tanpa kendaraan sewaan.

· 3 menit baca

Itinerary Kota Lamaruna

Sehari Jalan Kaki di Kota Tua Lamaruna

Rute jalan kaki satu hari di Lamaruna: pasar pagi, kedai kopi, Jalan Kapitan, rumah arsip kota, dan pelabuhan lama menjelang senja. Total kurang dari enam kilometer.

· 2 menit baca