Itinerary Kota Lamaruna
Sehari Jalan Kaki di Kota Tua Lamaruna
Rute jalan kaki satu hari di Lamaruna: pasar pagi, kedai kopi, Jalan Kapitan, rumah arsip kota, dan pelabuhan lama menjelang senja. Total kurang dari enam kilometer.
Nadia Prameswari
· 2 menit baca · 302 kata
Lamaruna cukup kecil untuk dijelajahi tanpa kendaraan. Rute ini saya jalani dua kali, sekali searah dan sekali berlawanan arah, dan versi inilah yang menurut saya paling enak karena mengikuti bayangan bangunan: pagi di sisi timur, sore di sisi barat.
Pagi: pasar dan kopi
Mulailah sepagi mungkin di pasar pagi belakang Jalan Kapitan. Sarapan di lapak mana pun yang antreannya panjang, lalu berjalan tiga menit ke kedai kopi di sudut jalan. Duduklah lama; kota ini baru benar-benar bangun setelah pukul delapan.
Siang: Jalan Kapitan dan rumah arsip
Jalan Kapitan panjangnya tidak sampai satu kilometer, tetapi saya membutuhkan dua jam untuk melewatinya. Perhatikan jendela krepyak di lantai dua, tegel bermotif di teras toko, dan papan nama lama yang catnya sudah pudar. Menjelang tengah hari, masuklah ke Rumah Arsip Kota, bangunan bekas kantor dagang yang kini menyimpan foto dan peta lama. Ruangannya sejuk, penjaganya senang bercerita.
“Dulu kapal antre di pelabuhan itu. Sekarang yang antre tinggal burung camar, tapi kotanya jadi enak buat jalan.”
Kalau masih ada tenaga, belok sebentar ke gang-gang di belakang rumah arsip. Dindingnya tinggi dan catnya mengelupas, tetapi hampir setiap rumah menaruh pot tanaman di depan pintu. Gang ini teduh sepanjang hari, dan di ujungnya ada kedai mi dingin yang saya ceritakan di tulisan tentang makanan Lamaruna.
Sore: pelabuhan lama
Setelah tidur siang, berjalanlah ke pelabuhan lama. Dermaganya sudah jarang dipakai kapal besar, dan pada sore hari menjadi tempat warga memancing dan anak-anak bermain layangan. Beli es serut dari gerobak, cari bangku yang menghadap barat, dan tunggu lampu jalan menyala sebelum mencari makan malam.
Seluruh rute ini tidak sampai enam kilometer. Angka itu kecil, tetapi dengan semua perhentian, satu hari terasa penuh tanpa terasa lelah.
Itinerary hari demi hari
Ketuk tiap bagian untuk membuka rinciannya. Jam hanya perkiraan dari perjalanan saya.
Pagi 05.30–09.00 · Pasar pagi dan kedai kopi
- 05.30: masuk pasar dari sisi timur, lorong sayur lalu lorong ikan.
- 06.15: sarapan bubur atau kue basah.
- 07.30: kopi dan roti bakar di kedai sudut Jalan Kapitan.
Siang 09.00–13.00 · Jalan Kapitan dan Rumah Arsip Kota
- 09.00: menyusuri Jalan Kapitan dari ujung timur.
- 11.00: Rumah Arsip Kota (sekitar satu jam).
- 12.15: makan siang di warung nasi dekat simpang.
Sore 15.30–19.00 · Pelabuhan lama dan makan malam
- 13.00–15.30: istirahat di penginapan, hindari panas.
- 16.00: pelabuhan lama, es serut, duduk sampai senja.
- 18.30: makan malam di warung tenda Jalan Kapitan, pulang naik becak.
Rincian biaya (contoh)
Untuk 1 orang, 1 hari, di luar penginapan.
| Pos pengeluaran | Rincian | Jumlah |
|---|---|---|
| Sarapan di pasar | – | Rp18.000 |
| Kopi dan roti bakar | – | Rp22.000 |
| Makan siang | – | Rp28.000 |
| Karcis Rumah Arsip Kota | – | Rp10.000 |
| Es serut | – | Rp8.000 |
| Makan malam | – | Rp35.000 |
| Becak pulang | – | Rp15.000 |
| Total | Rp136.000 | |
Semua angka adalah contoh untuk demo, bukan harga sungguhan.
Yang saya bawa
- Sepatu atau sandal jalan yang empuk
- Topi
- Botol minum
- Payung lipat
- Uang pecahan kecil
Daftar lengkap yang bisa dicentang ada di halaman perlengkapan.
Perjalanan ini saya biayai sendiri, tanpa sponsor. Baca kebijakan kerja sama dan transparansi.