Cerita perjalanan Dataran Tinggi Wanasari
Kabut Pukul Enam di Kebun Teh Wanasari
Satu pagi di antara para pemetik teh Wanasari, ketika kabut belum terangkat dan satu-satunya suara adalah daun yang dipetik.
Nadia Prameswari
· 1 menit baca · 273 kata
Saya keluar dari rumah pukul lima lewat empat puluh, memakai semua lapis baju yang saya bawa. Giriwening masih tertutup kabut, dan lampu teras tetangga tampak seperti bulatan kuning yang mengambang. Di ujung jalan desa, para pemetik sudah berjalan beriringan menuju Blok Tiga.
Tidak ada yang berbicara keras. Mereka membawa keranjang di punggung, caping di kepala, dan plastik lebar yang diikat di pinggang untuk menahan embun. Saya mengikuti dari belakang dengan jarak yang saya harap cukup sopan.
Suara daun
Memetik teh ternyata bersuara. Bukan suara keras, melainkan bunyi patah kecil yang berulang cepat, puluhan tangan sekaligus, seperti hujan rintik di atas kertas. Seorang ibu memperlihatkan kepada saya pucuk yang benar: satu kuncup dan dua daun muda di bawahnya, dipatahkan dengan kuku ibu jari, bukan ditarik.
“Tangan itu hafal sendiri. Kalau kepala ikut mikir, malah lambat.”
Saya mencoba selama sepuluh menit dan menghasilkan segenggam pucuk yang separuhnya salah. Ia tertawa, memilah hasil saya, dan memasukkan yang benar ke keranjangnya sendiri.
Ketika kabut terangkat
Sekitar pukul tujuh, kabut naik perlahan seperti tirai. Barisan teh yang tadinya hanya terlihat tiga lajur tiba-tiba terbentang sampai ke lembah, hijau berlapis-lapis, dengan titik-titik caping di antaranya. Saya berhenti memotret setelah beberapa jepretan karena tidak ada foto yang sanggup menampung luasnya.
Para pemetik beristirahat pukul delapan. Bekal dibuka di tepi jalan setapak: nasi, ikan asin, sambal, dan teh dari termos. Saya ditawari dan tidak menolak. Pagi itu saya pulang sebelum pukul sembilan dengan sepatu basah, jari berbau daun, dan rasa hormat baru untuk setiap gelas teh yang pernah saya minum tanpa berpikir.
Yang saya bawa
- Jaket hangat
- Sepatu yang boleh basah
- Sarung tangan tipis
- Termos kecil berisi air panas
Daftar lengkap yang bisa dicentang ada di halaman perlengkapan.
Perjalanan ini saya biayai sendiri, tanpa sponsor. Baca kebijakan kerja sama dan transparansi.