#48 Surat Senin
- Dari
- Laras Pramudita, Tirtasari
- Untuk
- Anda dan toko Anda
- Terbit
- , 06.00 WIB
- Perihal
- Pencatatan · 4 menit baca
Buku kas yang cuma tiga kolom
Catatan keuangan yang bertahan bukan yang paling lengkap, melainkan yang masih sanggup diisi pada hari paling sibuk.
Halo, Sahabat Senin,
Minggu lalu saya duduk di bangku plastik sebuah kedai sarapan di Tirtasari, menunggu pemiliknya, Bu Wartini, selesai melayani antrean. Di samping laci uangnya ada buku tulis bersampul batik yang sudutnya sudah melengkung. Saya kira itu buku resep. Ternyata buku kas, dan isinya hanya tiga kolom: masuk, keluar, dan satu kolom sempit berjudul "kenapa".
Saya sudah melihat banyak catatan usaha kecil, dan hampir semuanya bernasib sama. Dimulai dengan semangat pada awal bulan, lengkap dengan dua belas kolom, kode warna, dan rumus. Pada minggu kedua kolomnya mulai bolong. Pada minggu keempat bukunya pindah ke bawah tumpukan nota. Buku Bu Wartini sudah berjalan empat tahun tanpa putus lebih dari tiga hari.
Kenapa tiga kolom bertahan
Alasannya sederhana: buku itu bisa diisi sambil berdiri. Setiap kali uang berpindah tangan dalam jumlah yang berarti, ia menulis satu baris. Tidak ada kategori yang harus dipilih, tidak ada saldo yang harus dihitung saat itu juga. Penjualan harian ia tulis sekali saja ketika tutup, sebagai satu angka. Belanja pasar ditulis sepulang dari pasar, juga satu angka.
Kolom ketiga adalah bagian yang paling saya sukai. Isinya bukan kategori, melainkan satu atau dua kata: "gas habis", "pesanan arisan", "hujan dari pagi", "anak sakit, tutup jam sepuluh". Dari kolom itulah ia tahu bahwa penjualan turun pada minggu ketiga bukan karena masakannya berubah, tetapi karena jalan di depan kedai digali selama enam hari.
“Saya tidak pintar hitung-hitungan. Tapi saya bisa baca tulisan saya sendiri, dan itu sudah cukup untuk tahu bulan ini saya capek karena apa.”
Catatan yang lengkap sering kalah oleh catatan yang selesai
Ada godaan untuk percaya bahwa pencatatan yang baik adalah pencatatan yang rinci. Padahal untuk usaha yang dijalankan satu atau dua orang, musuh utamanya bukan kurang rinci, melainkan berhenti. Catatan dua belas kolom yang berhenti pada tanggal sembilan tidak memberi tahu apa-apa tentang tanggal tiga puluh. Catatan tiga kolom yang penuh sampai akhir bulan memberi tahu hampir semua yang perlu Anda ketahui: berapa yang masuk, berapa yang keluar, dan cerita di antaranya.
Kalau suatu hari Anda merasa tiga kolom itu kurang, tambahkan satu kolom saja, lalu jalani sebulan. Bu Wartini pernah menambah kolom "utang pelanggan" dan menghapusnya lagi dua bulan kemudian, karena ternyata lebih mudah menulisnya di kolom "kenapa". Buku kas boleh berubah mengikuti cara kerja Anda. Yang tidak boleh adalah Anda yang harus berubah menjadi orang lain dulu sebelum sanggup mengisinya.
Coba minggu ini
Ambil buku tulis apa saja, atau buka lembar kerja kosong. Buat tiga kolom itu. Jangan menyalin catatan lama, jangan merapikan bulan lalu. Mulai dari hari ini, dan tulis hanya perpindahan uang yang menurut Anda berarti. Tetapkan sendiri batasnya, misalnya di atas dua puluh ribu rupiah, lalu catat sisanya sebagai satu angka penjualan saat tutup.
Satu peringatan kecil: pada hari ketiga atau keempat Anda akan tergoda merapikannya. Menambah garis, memberi warna, memisahkan belanja bahan dari belanja lain. Tahan dulu. Seminggu pertama tugasnya hanya satu, yaitu membuktikan bahwa Anda sanggup mengisinya tujuh hari berturut-turut.
Tujuh hari lagi, baca kolom ketiga dari atas ke bawah tanpa melihat angkanya. Saya berani bertaruh Anda akan menemukan setidaknya satu hal tentang usaha Anda yang selama ini hanya terasa, tetapi belum pernah tertulis. Kalau sudah, balas surat ini dan ceritakan apa yang Anda temukan. Saya membaca semuanya, meski membalasnya pelan-pelan.
Salam dari meja kerja,
Laras Pramudita
Tiga catatan pendek
-
Pisahkan satu laci dulu
Belum sanggup memisahkan uang usaha dan uang rumah? Mulai dari satu wadah khusus untuk uang belanja bahan. Satu batas yang ditaati lebih berguna daripada lima batas yang dilanggar setiap sore.
-
Tanggal di pojok nota
Biasakan menulis tanggal di pojok kanan atas setiap nota tulisan tangan, sebelum menulis apa pun. Nota tanpa tanggal hampir sama nasibnya dengan nota yang hilang.
-
Angka bulat tidak apa-apa
Untuk catatan harian, membulatkan ke ribuan terdekat itu wajar. Ketelitian sampai rupiah terakhir jarang mengubah keputusan, tetapi sering membuat orang malas mencatat.
Alat minggu ini
Lembar buku kas tiga kolom
Templat lembar kerja atau buku tulis
Satu halaman per minggu dengan kolom tanggal, masuk, keluar, dan kenapa. Di bagian bawah ada tiga baris ringkasan: total masuk, total keluar, dan satu kalimat tentang minggu itu.
Templat umum untuk disalin ke kertas atau lembar kerja apa pun. Bukan nasihat keuangan.
Tanya pembaca
“Saya sudah tiga kali mulai mencatat dan selalu berhenti di minggu kedua. Apa yang salah dengan saya?”
Pembaca di Tirtasari, usaha kue kering (contoh)
Kemungkinan besar tidak ada yang salah dengan Anda. Yang perlu diperiksa adalah bentuk catatannya. Lihat lagi catatan terakhir yang berhenti itu: di baris mana Anda mulai melewatkan kolom? Biasanya itulah kolom yang terlalu berat untuk diisi pada hari sibuk.
Buang kolom itu, lalu mulai lagi dengan versi yang terasa hampir terlalu sederhana. Catatan yang sedikit memalukan karena sederhana tetapi terisi penuh selalu lebih berguna daripada catatan rapi yang kosong separuh.
Balas surat ini
Sudah mencoba? Punya pertanyaan untuk edisi depan? Tulis saja. Contoh: tautan di bawah membuka pesan tanpa penerima.
Teruskan ke teman
Kenal pemilik usaha yang sedang memikirkan hal ini? Kirim surat ini kepadanya.