Belanja
Belanja Pagi di Pasar Sumber Asri: Daftar Tetap Saya Setiap Sabtu
Rp150.000, satu tas anyaman, dan enam lapak langganan. Begini cara saya belanja bahan masak untuk seminggu tanpa banyak yang terbuang.
Oleh Rahma Yuliani · · 2 menit baca
Setiap Sabtu pukul setengah enam, saya sudah berdiri di gerbang timur Pasar Sumber Asri, pasar kelurahan yang jaraknya sepuluh menit jalan kaki dari rumah. Datang sepagi itu bukan karena rajin, melainkan karena ikan kembung dan kangkung terbaik biasanya habis sebelum pukul tujuh.
Banyak pembaca bertanya bagaimana saya menentukan menu seminggu. Jawabannya terbalik dari dugaan: saya tidak menentukan menu lalu belanja, saya belanja lalu menentukan menu. Yang tetap hanya anggarannya, Rp150.000 untuk sayur, bumbu, dan lauk segar selama lima sampai enam hari bagi empat orang.
Urutan lapak yang tidak pernah berubah
Saya selalu mulai dari lapak ikan, karena pilihan ikan menentukan sisanya. Kalau kembung sedang bagus, berarti minggu itu ada ikan goreng dan sambal tomat. Kalau tidak, saya pindah ke lapak ayam dan membeli satu ekor untuk diungkep.
Dari sana ke lapak sayur Bu Wartini di lorong tengah. Ia sudah hafal isi tas saya: dua ikat kangkung, dua ikat bayam, labu siam, kacang panjang, dan jagung manis bila ada.
"Sayur yang dipetik subuh itu batangnya masih berbunyi kalau dipatahkan. Kalau sudah lemas dan diam saja, jangan dibeli, biarpun murah."
Nasihat itu saya pakai sampai sekarang, terutama untuk kacang panjang dan buncis. Lapak ketiga adalah bumbu: bawang merah dan bawang putih setengah kilo, cabai merah keriting dan cabai rawit masing-masing seperempat kilo, serta kunyit, jahe, lengkuas, dan serai secukupnya. Terakhir tahu dan tempe, yang saya beli paling akhir supaya tidak tertindih.
Tiga kebiasaan kecil yang menghemat
Pertama, saya membawa daftar yang ditulis berdasarkan isi kulkas, bukan berdasarkan keinginan. Kedua, saya membeli bumbu dasar dalam jumlah tetap setiap minggu sehingga tidak pernah kehabisan di tengah memasak. Ketiga, sayur daun dimasak pada dua hari pertama, sayur buah seperti labu dan wortel untuk hari-hari berikutnya.
Dengan urutan itu hampir tidak ada yang terbuang. Kangkung dan bayam habis sebelum Senin, kacang panjang dan jagung menjadi sayur asem pada hari Selasa, dan sisa cabai di akhir pekan selalu berakhir sebagai sambal terasi satu stoples.
Kalau tidak sempat ke pasar
Tidak semua orang bisa belanja pagi. Tukang sayur keliling dan warung dekat rumah sama baiknya, asal prinsipnya sama: beli yang segar hari itu, lalu sesuaikan masakannya. Resep di blog ini sengaja saya tulis dengan bahan yang mudah diganti, dan di tiap resep saya cantumkan penggantinya bila ada.
Sabtu depan saya akan ke pasar lagi dengan tas anyaman yang sama. Kalau Anda punya kebiasaan belanja yang berbeda, ceritakan lewat halaman kontak; saya senang membacanya.