← Galeri
Pesan
Demo oleh abcweb.id
Dapur Kecil Bu Rahma Resep masakan rumahan, ditakar dan dicoba ulang
Buka menu

Peralatan

Sendok Kayu Warisan Ibu dan Lima Alat yang Benar-benar Saya Pakai

Dapur saya hanya dua kali tiga meter. Ini alat-alat yang bertahan setelah bertahun-tahun, dan yang akhirnya saya berikan ke orang lain.

Oleh Rahma Yuliani · · 1 menit baca

Tiga sendok kayu berbeda ukuran berjajar di atas permukaan abu-abu gelap
Ilustrasi: tiga sendok kayu berbeda ukuran.

Nama blog ini bukan kiasan. Dapur saya memang kecil: dua kali tiga meter, satu kompor dua tungku, dan satu rak piring. Di ruang sesempit itu, setiap alat harus membayar tempatnya.

Yang paling tua adalah sendok kayu pemberian ibu saya ketika saya pindah rumah. Gagangnya sudah menghitam dan ujungnya miring karena dipakai mengaduk ke satu arah selama belasan tahun. Sendok itu tidak menggores wajan, tidak panas di tangan, dan entah mengapa membuat saya lebih sabar mengaduk santan.

Lima alat yang bertahan

Selain sendok kayu, ada lima alat yang saya pakai hampir setiap hari: cobek batu berdiameter dua puluh sentimeter, wajan besi cekung, panci bertutup rapat untuk mengungkep, timbangan digital kecil, dan satu set sendok takar. Dua yang terakhir adalah alasan resep saya bisa diulang dengan hasil yang sama.

"Alat masak itu seperti teman. Tidak perlu banyak, yang penting bisa diandalkan saat repot."
Rahma Yuliani

Yang akhirnya saya lepas

Pemotong sayur serbaguna, cetakan kue berbentuk aneh, dan pengocok listrik besar sudah berpindah ke tetangga. Semuanya bagus, hanya saja tidak sesuai dengan cara saya memasak. Kalau Anda baru mulai mengisi dapur, saran saya sederhana: beli alat setelah tiga kali merasa membutuhkannya, bukan sebelum itu.

Resep yang disebut di cerita ini

Cerita lain