Catatan Pertama
Mengapa blog ini ada, mengapa namanya begitu, dan tiga aturan yang saya buat untuk diri sendiri.
Dimas Ardhana · Catatan harian · 1 menit baca (204 kata)
Ini catatan pertama di tempat ini. Saya menulisnya di meja makan, pukul enam pagi, sebelum ada orang lain yang bangun. Di luar, penjual tahu keliling baru lewat dengan belnya.
Saya sudah lama menulis untuk orang lain: membetulkan kalimat mereka, memotong paragraf mereka, memindahkan bab mereka. Pekerjaan itu saya sukai dan akan terus saya kerjakan. Tetapi seorang penyunting yang tidak pernah menulis sendiri lama-lama seperti montir yang tidak pernah menyetir. Ia tahu semua bagian mesin dan lupa rasanya berada di jalan.
Namanya Catatan Pinggir Jalan karena dua alasan. Yang pertama harfiah: sebagian besar isinya akan saya dapat sambil berjalan kaki di kota kecil ini, dari warung, peron, kios, dan teras orang. Yang kedua, catatan pinggir adalah hal kesukaan saya dalam buku mana pun. Tulisan kecil di tepi halaman, tempat pembaca membalas penulis. Blog ini tepi halaman saya.
Saya membuat tiga aturan. Satu tulisan seminggu, tidak lebih. Tidak ada tulisan yang lebih panjang daripada yang bisa dibaca sambil menghabiskan segelas teh. Dan tidak ada nasihat; saya hanya akan mencatat apa yang saya coba dan apa yang terjadi, termasuk kalau gagal.
Tidak ada kolom komentar. Kalau Anda ingin membalas, kirimlah surat. Saya membaca semuanya dan membalas sebisanya, biasanya pada hari Minggu.
Tehnya sudah dingin. Sampai minggu depan.