Fisioterapi Lansia
Program untuk lansia dengan nyeri sendi, osteoporosis, dan risiko jatuh. Latihan disusun ringan, diukur dengan tes keseimbangan sederhana, dan bisa dilanjutkan lewat home visit.
Siapa yang cocok
- Lansia dengan pengapuran lutut (osteoartritis)
- Lansia yang pernah jatuh dalam 12 bulan terakhir
- Lansia yang mulai memakai tongkat atau walker
- Pemulihan kebugaran setelah lama dirawat di rumah sakit
Perlu diperiksa dokter dulu: Nyeri dada, sesak, atau pusing berat saat aktivitas perlu pemeriksaan dokter sebelum latihan dimulai.
Alur terapi per minggu
| Periode | Fokus | Yang dilakukan |
|---|---|---|
| Minggu 1 | Ukur risiko | Asesmen keseimbangan (Timed Up and Go), cek tekanan darah, evaluasi rumah |
| Minggu 2–4 | Kurangi nyeri | Terapi panas, latihan gerak sendi, penguatan otot paha di kursi |
| Minggu 5–7 | Keseimbangan | Latihan berdiri, melangkah ke samping, jalan dengan rintangan rendah |
| Minggu 8 | Aman di rumah | Tes ulang, saran pegangan dan lantai kamar mandi, jadwal latihan mandiri |
Alur dapat dipercepat atau diperlambat sesuai hasil evaluasi ulang setiap 4–6 sesi.
Alat yang dipakai
- Infrared
- TENS
- Sepeda statis duduk
- Palang sejajar
- Pemberat pergelangan kaki 0,5–1 kg
- Kursi latihan bersandaran
Latihan di rumah
Contoh latihan yang biasanya diberikan. Lakukan setelah dicontohkan langsung oleh terapis; hentikan bila nyeri bertambah tajam.
| Latihan | Takaran |
|---|---|
| Meluruskan lutut sambil duduk | 10 kali tiap kaki, 2 set |
| Berdiri dari kursi tanpa tangan | 5 kali, 2 kali sehari |
| Jalan tumit-ujung jari di sepanjang dinding | 10 langkah, 3 kali |
| Jalan santai di dalam rumah | 10 menit, pagi hari |
Terapis terkait
Bambang Setyo Nugroho, S.Ft., Ftr., M.Fis.
Kepala layanan, fisioterapis geriatri
Profil dan sertifikasi