Nyeri Punggung & Leher
Program untuk nyeri punggung bawah, saraf terjepit ringan, dan leher kaku akibat posisi kerja. Tujuannya mengurangi nyeri lalu menguatkan otot penopang tulang belakang supaya tidak kambuh.
Siapa yang cocok
- Pekerja kantor yang duduk lebih dari 6 jam sehari
- Pengemudi dan kurir dengan nyeri pinggang setelah perjalanan jauh
- Pasien dengan diagnosis HNP ringan–sedang dari dokter
- Nyeri leher dan bahu yang disertai sakit kepala tegang
Perlu diperiksa dokter dulu: Nyeri disertai demam, penurunan berat badan tanpa sebab, atau gangguan buang air kecil perlu diperiksa dokter terlebih dahulu.
Alur terapi per minggu
| Periode | Fokus | Yang dilakukan |
|---|---|---|
| Minggu 1 | Redakan nyeri | Asesmen postur, TENS, terapi panas, mobilisasi sendi ringan, edukasi posisi tidur |
| Minggu 2–3 | Gerak tanpa nyeri | Terapi manual, peregangan otot pinggul dan leher, latihan core dasar |
| Minggu 4–5 | Penguatan | Latihan stabilisasi dengan bola dan karet elastis, koreksi posisi kerja |
| Minggu 6 | Mandiri | Evaluasi ulang, program latihan rumah jangka panjang, saran ergonomi meja kerja |
Alur dapat dipercepat atau diperlambat sesuai hasil evaluasi ulang setiap 4–6 sesi.
Alat yang dipakai
- TENS
- Ultrasound terapi
- Infrared
- Traksi lumbal/servikal
- Bola Swiss
- Karet elastis (theraband)
Latihan di rumah
Contoh latihan yang biasanya diberikan. Lakukan setelah dicontohkan langsung oleh terapis; hentikan bila nyeri bertambah tajam.
| Latihan | Takaran |
|---|---|
| Pelvic tilt berbaring | 10 kali, 2 set, pagi dan malam |
| Chin tuck (tarik dagu) | 10 kali tahan 5 detik, setiap 2 jam kerja |
| Bird dog | 8 kali tiap sisi, 2 set |
| Peregangan otot piriformis | Tahan 30 detik, 3 kali tiap sisi |
Terapis terkait
Bambang Setyo Nugroho, S.Ft., Ftr., M.Fis.
Kepala layanan, fisioterapis geriatri
Profil dan sertifikasi