← Galeri
Pesan
Demo oleh abcweb.id
Langsung ke isi
Catatan Pinggir Jalan

Membaca Lambat

Tahun ini saya berhenti menghitung jumlah buku. Dua puluh halaman sehari, dengan pensil, ternyata lebih banyak yang tinggal.

Dimas Ardhana · Buku · 1 menit baca (227 kata)

Dua tahun lalu saya membaca lima puluh dua buku dan hampir tidak ingat isinya. Saya ingat sampulnya, saya ingat di mana saya membacanya, tetapi kalau ditanya apa yang dikatakan buku keempat belas, saya harus membuka catatan. Dan catatannya pun cuma bintang empat dengan satu kalimat: “bagus, mengalir”.

Tahun ini saya berhenti menghitung. Aturan barunya sederhana: dua puluh halaman sehari, dengan pensil di tangan, dan tidak pindah ke buku lain sebelum yang ini selesai atau sengaja saya tinggalkan. Dua puluh halaman itu sedikit. Sengaja sedikit, supaya ada waktu untuk berhenti di kalimat yang bagus dan membacanya dua kali.

Buku yang sedang saya pegang, Musim Kering di Lereng Utara karya Ratri Wulandaru, tebalnya tiga ratus halaman lebih. Dengan kecepatan sekarang, saya akan tinggal di dalamnya selama lebih dari dua minggu. Dulu angka itu terasa seperti kegagalan. Sekarang terasa seperti menyewa rumah, bukan menginap semalam: saya sempat hafal letak saklarnya.

Membaca lambat juga mengubah cara saya memilih. Kalau sebuah buku akan menemani saya dua minggu, saya jadi lebih rewel di toko. Saya membaca tiga halaman pertama sambil berdiri, dan kalau kalimatnya tidak membuat saya ingin duduk, bukunya saya kembalikan ke rak.

Pensil adalah bagian terpenting. Saya menggarisbawahi sedikit dan menulis di pinggir halaman lebih banyak, kebanyakan pertanyaan. Catatan pinggir itu kasar dan sering salah, tetapi berkat catatan itulah, sebulan kemudian, saya masih ingat sedang memikirkan apa ketika membaca halaman itu.

Tulisan lain bertopik buku

Semua tulisan bertopik buku →

Berlangganan

Satu tulisan baru setiap minggu, dikirim sebagai surel biasa tanpa gambar dan tanpa pelacak. Cukup kirim surel kosong ke surat@catatanpinggirjalan.test, atau ikuti lewat umpan RSS dengan pembaca umpan pilihan Anda. Berhenti kapan saja dengan membalas “cukup”.

Alamat surel di atas hanya contoh (demo).