← Galeri
Pesan
Demo oleh abcweb.id
Langsung ke isi
Catatan Pinggir Jalan

Lampu Merah Satu-satunya

Giriwening hanya punya satu lampu lalu lintas, di simpang empat depan kantor pos. Orang memakainya sebagai penanda, bukan pengatur.

Dimas Ardhana · Kota · 1 menit baca (215 kata)

Giriwening hanya punya satu lampu lalu lintas. Letaknya di simpang empat depan kantor pos, dipasang sekitar dua puluh tahun lalu, dan sampai sekarang orang masih menyebutnya “lampu merah baru”. Tidak ada lampu merah lama.

Fungsinya sebagai pengatur lalu lintas bisa diperdebatkan. Pada jam sepi, pengendara melambat, menoleh ke kanan-kiri, lalu lewat dengan sopan apa pun warnanya. Pada jam ramai, yang berarti pukul tujuh pagi dan pukul satu siang ketika anak sekolah bubar, lampu itu dipatuhi dengan khidmat, terutama kalau Pak Polisi sedang duduk di pos seberang.

Fungsinya yang sesungguhnya adalah sebagai penanda. Seluruh arah di kota ini dihitung dari sana. Rumah saya “dari lampu merah ke selatan, gang ketiga”. Penjahit langganan Laras “lampu merah ke timur, sebelum jembatan”. Kurir dari luar kota yang kebingungan cukup diberi satu kalimat: cari lampu merah dulu.

Saya suka kota yang punya satu titik semacam itu. Di kota besar, patokan arah adalah nama gedung yang berganti tiap beberapa tahun, atau nomor pintu keluar yang hanya dipahami pengendara. Di sini, satu tiang dengan tiga lampu cukup untuk membuat semua orang berbicara dalam peta yang sama.

Bulan lalu lampunya mati empat hari karena kabelnya digigit tikus. Lalu lintas berjalan seperti biasa. Tetapi beberapa orang, saya dengar sendiri di warung, tetap memberi arah dengan kalimat “dari lampu merah yang mati itu, ke utara”.

Tulisan lain bertopik kota

Semua tulisan bertopik kota →

Berlangganan

Satu tulisan baru setiap minggu, dikirim sebagai surel biasa tanpa gambar dan tanpa pelacak. Cukup kirim surel kosong ke surat@catatanpinggirjalan.test, atau ikuti lewat umpan RSS dengan pembaca umpan pilihan Anda. Berhenti kapan saja dengan membalas “cukup”.

Alamat surel di atas hanya contoh (demo).