← Galeri
Pesan
Demo oleh abcweb.id
Langsung ke isi
Catatan Pinggir Jalan

Tidur Siang Dua Puluh Menit

Pukul satu, di lantai, dengan pengatur waktu dapur. Kebiasaan yang dulu saya sembunyikan dari rekan kerja.

Dimas Ardhana · Kebiasaan · 1 menit baca (216 kata)

Di kantor lama, tidur siang adalah sesuatu yang dilakukan sembunyi-sembunyi: di musala, di mobil, dengan kepala di atas lipatan tangan sambil pura-pura membaca. Ketahuan tidur berarti ketahuan tidak sibuk, dan tidak sibuk adalah dosa yang tidak punya nama.

Sekarang saya tidur setiap hari pukul satu, terang-terangan, di lantai ruang tengah, di atas tikar pandan. Dua puluh menit, diukur dengan pengatur waktu dapur berbentuk tomat. Bukan di kasur, karena kasur mengubah dua puluh menit menjadi dua jam dan saya bangun dengan kepala seperti kapas basah.

Dua puluh menit itu sering bahkan bukan tidur. Saya hanya berbaring dengan mata tertutup dan membiarkan pikiran berjalan tanpa dituntun. Kadang saya betul-betul terlelap dan bangun kaget oleh bunyi tomat. Dua-duanya berhasil. Yang penting rupanya bukan tidurnya, melainkan jeda mendatar di tengah hari.

Perbedaannya paling terasa pukul tiga. Dulu pukul tiga adalah jam mati: mata membaca kalimat yang sama empat kali dan tangan mencari kopi ketiga. Sekarang pukul tiga adalah jam kerja kedua terbaik saya setelah pukul delapan pagi. Kopi saya turun dari empat gelas menjadi dua.

Tetangga saya tidak menganggap ini istimewa. Di gang ini hampir semua orang tidur siang; toko kelontong pun tutup dari pukul satu sampai dua. Saya saja yang butuh tiga belas tahun dan satu kali pindah kota untuk menemukan sesuatu yang sudah diketahui semua orang di sini.

Tulisan lain bertopik kebiasaan

Semua tulisan bertopik kebiasaan →

Berlangganan

Satu tulisan baru setiap minggu, dikirim sebagai surel biasa tanpa gambar dan tanpa pelacak. Cukup kirim surel kosong ke surat@catatanpinggirjalan.test, atau ikuti lewat umpan RSS dengan pembaca umpan pilihan Anda. Berhenti kapan saja dengan membalas “cukup”.

Alamat surel di atas hanya contoh (demo).