← Galeri
Pesan
Demo oleh abcweb.id
Teras Hidup pelan di Kembang Arum
Menu

Arsip edisi No. 12 Terbit

Barang yang Bertahan

Memperbaiki, menambal, menyimpan: tentang benda-benda yang diberi kesempatan kedua dan orang yang memberikannya.

5 tulisan · kira-kira 12 menit untuk membaca semuanya

Dari meja penyunting

Ada kepuasan khusus ketika sebuah barang yang hampir dibuang ternyata masih bisa dipakai. Kipas angin yang berputar lagi. Celana yang lututnya kini bergaris putih. Kursi kakek yang tidak lagi goyah.

Edisi ini tidak sedang mengajak siapa pun berhenti membeli. Kami hanya ingin mencatat orang-orang yang, sebelum membeli, bertanya dulu: apakah yang lama benar-benar sudah habis umurnya? Pak Widodo sudah menanyakannya selama dua puluh enam tahun, dan jawabannya lebih sering belum.

Laksmi Pradnyawati Penyunting

Isi edisi ini

Dinding bengkel penuh perkakas tangan yang digantung rapi: gergaji, ketam, pahat, dan obeng

Usaha Kecil 3 menit baca

Bengkel yang Menolak Menjual Barang Baru

Selama dua puluh enam tahun, sebuah bengkel reparasi di Jalan Cempaka Lama hanya memperbaiki: kipas angin, setrika, radio, penanak nasi. Pemiliknya tidak pernah tergoda memajang dagangan.

Oleh Galih Wirasena ·

Tangan 2 menit baca

Menambal Kain, Menambal Waktu

Tusuk jelujur yang sengaja diperlihatkan mengubah lubang di lutut celana menjadi hiasan. Sekelompok warga Lembah Suji berkumpul sebulan sekali untuk menambal bersama.

Oleh Bayu Samodra ·

Meja 3 menit baca

Roti Rumahan dan Kesabaran Empat Belas Jam

Seorang ibu di Banyu Asri memanggang dua belas roti sehari dari dapur rumahnya. Adonannya dibiarkan mengembang semalam, dan ia menolak mempercepatnya.

Oleh Ratih Kusumadewi ·