← Galeri
Pesan
Demo oleh abcweb.id
Teras Hidup pelan di Kembang Arum
Menu
Buka Edisi 14

Edisi terbaru No. 14 Terbit

Pelan-pelan di Teras

Tentang ruang di antara dalam dan luar, dan orang-orang yang tidak terburu-buru menyelesaikannya.

Dari meja penyunting

Teras adalah ruang yang aneh. Ia bukan dalam, bukan pula luar. Kita tidak tidur di sana, tidak memasak di sana, tetapi di banyak rumah di Kembang Arum, di sanalah hari dimulai dan diakhiri.

Laksmi Pradnyawati Penyunting

Baca pengantar selengkapnya

Daftar isi

  1. Teras yang Tidak Pernah Selesai Rumah · Galih Wirasena · 3 menit
  2. Kebun Selebar Dua Langkah Kebun · Nurul Maheswari · 2 menit
  3. Anyaman yang Menunggu Hujan Reda Tangan · Bayu Samodra · 3 menit
  4. Sayur Bening untuk Hari yang Panjang Meja · Ratih Kusumadewi · 2 menit
  5. Warung Jahit di Ujung Gang yang Menolak Buru-buru Usaha Kecil · Galih Wirasena · 2 menit
  6. Jendela yang Dibuka Pukul Enam Rumah · Laksmi Pradnyawati · 2 menit

Tulisan sampul · Kemarin

Rumah 3 menit baca

Teras yang Tidak Pernah Selesai

Sembilan tahun keluarga Wiryatmo di Gang Kenanga mengerjakan terasnya sedikit demi sedikit. Mereka tidak sedang menunda; mereka memang tidak ingin terburu-buru.

Oleh Galih Wirasena

Dua kursi kayu kasar di sudut teras berdinding putih, dikelilingi banyak tanaman pot
Ilustrasi: sudut teras dengan kursi kayu dan tanaman pot.

Bacaan pilihan

Tulisan panjang untuk dibaca sambil duduk

Sepasang tangan mengikat bilah bambu pada rangka anyaman yang dipangku

Tangan 3 menit baca

Anyaman yang Menunggu Hujan Reda

Di Kampung Sirap, bambu dibelah pada pagi yang kering dan dianyam ketika hujan turun. Para perajinnya bekerja mengikuti cuaca, bukan mengikuti tenggat.

Oleh Bayu Samodra

Usaha Kecil 3 menit baca

Bengkel yang Menolak Menjual Barang Baru

Selama dua puluh enam tahun, sebuah bengkel reparasi di Jalan Cempaka Lama hanya memperbaiki: kipas angin, setrika, radio, penanak nasi. Pemiliknya tidak pernah tergoda memajang dagangan.

Oleh Galih Wirasena

Sebongkah roti bulat berkulit cokelat tua dan retak-retak di atas ambang putih

Meja 3 menit baca

Roti Rumahan dan Kesabaran Empat Belas Jam

Oleh Ratih Kusumadewi

“Pekerjaan saya memperpanjang umur barang. Aneh kalau saya juga hidup dari barang yang umurnya pendek.”

Widodo Santosa dalam Bengkel yang Menolak Menjual Barang Baru, Edisi 12

Lima rubrik

Rumah

Ruang, perabot, kebiasaan

Semua tulisan Rumah
Dua kursi kayu kasar di sudut teras berdinding putih, dikelilingi banyak tanaman pot

Kemarin · 3 menit baca

Teras yang Tidak Pernah Selesai

Sembilan tahun keluarga Wiryatmo di Gang Kenanga mengerjakan terasnya sedikit demi sedikit. Mereka tidak sedang menunda; mereka memang tidak ingin terburu-buru.

Kebun

Pekarangan, pot, benih

Semua tulisan Kebun
Enam pot tanah liat berisi tanaman bumbu berjajar di atas tembok rendah

3 hari lalu · 2 menit baca

Kebun Selebar Dua Langkah

Lorong samping rumah yang biasanya jadi tempat jemuran dan ember bocor bisa memberi kemangi, cabai, dan seledri sepanjang tahun.

Tangan

Kerajinan dan perajin

Semua tulisan Tangan
Sepasang tangan mengikat bilah bambu pada rangka anyaman yang dipangku

5 hari lalu · 3 menit baca

Anyaman yang Menunggu Hujan Reda

Di Kampung Sirap, bambu dibelah pada pagi yang kering dan dianyam ketika hujan turun. Para perajinnya bekerja mengikuti cuaca, bukan mengikuti tenggat.

Meja

Makanan rumahan

Semua tulisan Meja
Semangkuk sup berkuah bening kekuningan dengan sehelai daun hijau di piring putih cekung

8 hari lalu · 2 menit baca

Sayur Bening untuk Hari yang Panjang

Masakan paling sederhana di dapur rumah sering kali paling sulit dibuat enak. Kuncinya ada pada urutan, bukan pada bumbu.

Usaha Kecil

Warung, kios, bengkel

Semua tulisan Usaha Kecil

Edisi sebelumnya

Arsip edisi

No. 13 ·

Tanah yang Dekat

5 tulisan

No. 12 ·

Barang yang Bertahan

5 tulisan

Nawala bulanan

Satu surat setiap edisi terbit. Tidak lebih.

Berisi pengantar penyunting, daftar isi, dan satu catatan yang tidak dimuat di situs. Tidak ada promosi, dan Anda bisa berhenti kapan saja dengan membalas surat itu.

Contoh saja: formulir ini hanya menyiapkan pesan berisi alamat surel Anda, tanpa penerima, dan tidak menyimpan apa pun. Tanpa formulir, Anda bisa langsung menulis pesan WhatsApp atau menulis surel.

Seluruh tulisan, nama orang, tempat, dan kontak di situs ini fiktif dan dibuat sebagai contoh tampilan.