Indeks
Cari tulisan
Atau buka per rubrik: RumahKebunTanganMejaUsaha Kecil
Semua tulisan
16 tulisan
-
Rumah · Edisi 14
Teras yang Tidak Pernah Selesai
Sembilan tahun keluarga Wiryatmo di Gang Kenanga mengerjakan terasnya sedikit demi sedikit. Mereka tidak sedang menunda; mereka memang tidak ingin terburu-buru.
Galih Wirasena · · 3 menit baca
-
Kebun · Edisi 14
Kebun Selebar Dua Langkah
Lorong samping rumah yang biasanya jadi tempat jemuran dan ember bocor bisa memberi kemangi, cabai, dan seledri sepanjang tahun.
Nurul Maheswari · · 2 menit baca
-
Tangan · Edisi 14
Anyaman yang Menunggu Hujan Reda
Di Kampung Sirap, bambu dibelah pada pagi yang kering dan dianyam ketika hujan turun. Para perajinnya bekerja mengikuti cuaca, bukan mengikuti tenggat.
Bayu Samodra · · 3 menit baca
-
Meja · Edisi 14
Sayur Bening untuk Hari yang Panjang
Masakan paling sederhana di dapur rumah sering kali paling sulit dibuat enak. Kuncinya ada pada urutan, bukan pada bumbu.
Ratih Kusumadewi · · 2 menit baca
-
Usaha Kecil · Edisi 14
Warung Jahit di Ujung Gang yang Menolak Buru-buru
Permak selesai paling cepat tiga hari, dan pelanggannya tetap antre. Sebuah usaha jahit rumahan bertahan dengan cara membatasi pesanan.
Galih Wirasena · · 2 menit baca
-
Rumah · Edisi 14
Jendela yang Dibuka Pukul Enam
Kebiasaan lama membuka seluruh jendela pada pagi hari ternyata lebih dari sekadar soal udara segar. Ia mengatur ritme satu rumah.
Laksmi Pradnyawati · · 2 menit baca
-
Kebun · Edisi 13
Pekarangan Bersama di Belakang Balai RW
Sebidang tanah bekas tempat menumpuk puing di Karang Pandan kini memberi sayur untuk tiga puluh rumah. Yang paling sulit ternyata bukan menanam, melainkan membagi giliran menyiram.
Nurul Maheswari · · 3 menit baca
-
Meja · Edisi 13
Sambal dari Halaman Sendiri
Tiga pot cabai rawit cukup untuk kebutuhan sambal satu keluarga kecil. Sisanya soal cobek, garam, dan kesabaran mengulek.
Ratih Kusumadewi · · 2 menit baca
-
Tangan · Edisi 13
Pot Tanah Liat dari Tungku Kecil
Seorang perajin gerabah di tepi Kali Suji hanya membakar dua kali sebulan. Pot buatannya berpori, berat, dan dicari para pekebun rumahan.
Bayu Samodra · · 2 menit baca
-
Usaha Kecil · Edisi 13
Kios Bibit yang Mencatat Nama Pembelinya
Di sebuah kios bibit dekat Pasar Wage, setiap pembeli ditanya dulu: mau ditanam di mana. Jawabannya dicatat di buku, dan ditanyakan lagi sebulan kemudian.
Galih Wirasena · · 2 menit baca
-
Rumah · Edisi 13
Kompos di Sudut Dapur
Satu ember bertutup dan segenggam daun kering sudah cukup untuk mengubah kulit bawang dan ampas teh menjadi makanan pot-pot di teras.
Nurul Maheswari · · 2 menit baca
-
Usaha Kecil · Edisi 12
Bengkel yang Menolak Menjual Barang Baru
Selama dua puluh enam tahun, sebuah bengkel reparasi di Jalan Cempaka Lama hanya memperbaiki: kipas angin, setrika, radio, penanak nasi. Pemiliknya tidak pernah tergoda memajang dagangan.
Galih Wirasena · · 3 menit baca
-
Tangan · Edisi 12
Menambal Kain, Menambal Waktu
Tusuk jelujur yang sengaja diperlihatkan mengubah lubang di lutut celana menjadi hiasan. Sekelompok warga Lembah Suji berkumpul sebulan sekali untuk menambal bersama.
Bayu Samodra · · 2 menit baca
-
Meja · Edisi 12
Roti Rumahan dan Kesabaran Empat Belas Jam
Seorang ibu di Banyu Asri memanggang dua belas roti sehari dari dapur rumahnya. Adonannya dibiarkan mengembang semalam, dan ia menolak mempercepatnya.
Ratih Kusumadewi · · 3 menit baca
-
Rumah · Edisi 12
Kursi Kayu Warisan dan Cara Merawatnya
Kursi tua yang goyah jarang benar-benar rusak. Biasanya ia hanya kering, kendur, dan lama tidak diperhatikan.
Galih Wirasena · · 2 menit baca
-
Kebun · Edisi 12
Menyimpan Benih di Stoples Bekas
Benih dari kebun sendiri bisa bertahan dua sampai tiga musim bila dikeringkan dengan benar. Sekelompok pekebun rumahan mulai saling bertukar.
Nurul Maheswari · · 2 menit baca
Tidak ada tulisan yang cocok. Coba kata yang lebih pendek, atau buka salah satu rubrik di atas.